Kartu Kedatangan Seluruh Indonesia 2026: Tautan Resmi, Aturan 3 Hari, dan Panduan QR
Pembaruan Terakhir: Agustus 2026
Setiap penumpang internasional yang tiba di Indonesia wajib mengisi formulir deklarasi kedatangan. Bagi sebagian besar penumpang yang tiba melalui jalur udara dan laut, formulir deklarasi tersebut diisi melalui sistem All Indonesia paling lambat tiga hari sebelum kedatangan. Setelah mengirimkan formulir, simpan Kartu Kedatangan dan kode QR di ponsel Anda agar tetap dapat diakses meskipun tanpa koneksi internet.
Kartu Kedatangan bukanlah visa. Anda tetap harus memiliki visa, e-VOA, izin tinggal, pembebasan visa, atau izin masuk lainnya yang berlaku untuk perjalanan Anda.
Jawaban singkat
| Siapa yang wajib mengisinya? | Penumpang internasional yang masuk ke Indonesia, termasuk wisatawan asing, warga negara Indonesia yang kembali ke tanah air, dan anak-anak. |
| Kapan? | Dalam waktu tiga hari sebelum tanggal kedatangan yang dijadwalkan di Indonesia. |
| Biayanya? | Formulir pemerintah ini gratis. |
| Di mana? | Situs web resmi pemerintah seluruh Indonesia atau aplikasi resminya. |
| Apa saja yang Anda dapatkan? | Konfirmasi Kartu Kedatangan dan kode QR. |
| Apakah ini bisa menggantikan visa? | Tidak. Kartu Kedatangan dan izin imigrasi merupakan persyaratan yang berbeda. |
| Apakah sudah termasuk retribusi Bali? | Tidak. Pajak Pariwisata Bali merupakan kewajiban tersendiri jika berlaku. |
Daftar Isi
Formulir Kedatangan Seluruh Indonesia (All Indonesia Arrival Card) dari pemerintah Indonesia tidak dikenakan biaya. Isi formulir tersebut hanya melalui portal resmi pemerintah. Visa Indonesia adalah penyedia layanan independen dan bukan bagian dari pemerintah Indonesia.
Buka portal resmi All IndonesiaApa yang dimaksud dengan Kartu Kedatangan Seluruh Indonesia?
Kartu Kedatangan Seluruh Indonesia adalah sistem deklarasi kedatangan penumpang digital di Indonesia. Sistem ini mengumpulkan informasi imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina yang diperlukan bagi penumpang yang tiba dari luar negeri melalui satu proses daring.
Bagi penumpang pesawat dan kapal laut, hal ini menggantikan praktik lama yang mengharuskan pengisian formulir deklarasi kedatangan terpisah untuk perjalanan yang sama. Informasi tersebut akan diperiksa oleh pihak berwenang Indonesia yang berkompeten saat Anda tiba.
Siapa saja yang wajib mengisi Kartu Kedatangan?
Portal resmi tersebut menyatakan bahwa Kartu Kedatangan wajib diisi oleh semua penumpang yang masuk ke Indonesia. Hal ini mencakup:
- Wisatawan asing dan pengunjung lain yang tinggal dalam waktu singkat.
- Para pelancong bisnis.
- Pemegang Visa on Arrival dan e-VOA.
- Pemegang e-Visa Indonesia lainnya.
- Pemegang KITAS dan KITAP yang kembali dari luar negeri.
- Warga negara Indonesia yang kembali dari negara lain.
- Anak-anak dan bayi yang melakukan perjalanan internasional.
Memiliki visa atau izin tinggal tidak membebaskan Anda dari kewajiban mengisi Kartu Kedatangan. Visa menentukan apakah Anda diperbolehkan masuk dan tinggal; sedangkan Kartu Kedatangan berfungsi untuk mencatat kedatangan Anda serta pernyataan-pernyataan yang Anda sampaikan.
Kedatangan melalui udara, laut, dan darat menggunakan jalur yang berbeda-beda
Pilih saluran resmi sesuai dengan cara Anda masuk ke Indonesia:
- Kedatangan melalui udara: Gunakan Kartu Kedatangan Seluruh Indonesia.
- Kedatangan melalui laut: Gunakan Kartu Kedatangan Seluruh Indonesia.
- Kedatangan melalui perbatasan darat: Ikuti saluran Deklarasi Kepabeanan Elektronik (e-CD) yang ditetapkan oleh Bea Cukai Indonesia untuk kedatangan melalui jalur darat.
Saluran resmi Bea Cukai: ecd.beacukai.go.id
Kapan sebaiknya Anda menyelesaikannya?
Situs web resmi eVisa Indonesia menyebutkan bahwa para pelancong wajib menyerahkan Kartu Kedatangan paling lambat tiga hari sebelum kedatangan. Gunakan tanggal kedatangan Anda di Indonesia, bukan tanggal keberangkatan Anda dari negara asal.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai
- Rincian paspor setiap wisatawan yang tercantum dalam pengajuan tersebut.
- Alamat email yang bisa Anda akses saat bepergian.
- Tanggal kedatangan dan pelabuhan masuk.
- Nomor penerbangan, informasi kapal, atau rincian transportasi lainnya.
- Nama dan alamat penginapan di Indonesia.
- Informasi mengenai visa, e-VOA, izin tinggal, atau pembebasan visa, jika diminta.
- Negara asal, negara transit, dan riwayat perjalanan selama 21 hari terakhir.
- Rincian mengenai bagasi dan segala barang, mata uang, makanan, obat-obatan, hewan, atau barang lain yang wajib dilaporkan.
Cara Mengisi Kartu Kedatangan Indonesia
Rumusan atau urutan kolom yang tepat dapat berubah seiring dengan pembaruan portal oleh pemerintah, namun prosesnya tetap mengikuti alur dasar yang sama: mengidentifikasi pelancong, memasukkan rincian perjalanan, mengisi pernyataan, memeriksa informasi, dan menyimpan kode QR.
Langkah 1: Pilih "Pengunjung Asing"

Buka Portal resmi seluruh Indonesia dan pilih opsi yang sesuai dengan status Anda. Pemegang paspor asing harus memilih opsi “Pengunjung Asing”. Warga negara Indonesia harus memilih opsi “Warga Negara Indonesia”.
Jika portal tersebut meminta Anda untuk memilih bahasa, pilihlah bahasa yang paling Anda kuasai sebelum memasukkan informasi pribadi Anda.
Langkah 2: Masukkan Informasi Pribadi

Masukkan informasi pribadi Anda persis seperti yang tertera di paspor Anda. Tergantung pada formulir yang digunakan saat ini, Anda mungkin akan diminta untuk mengisi:
- Negara atau wilayah penerbit paspor
- Nama lengkap
- Tanggal lahir
- Negara atau tempat kelahiran
- Jenis kelamin
- Nomor paspor
- Tanggal kedaluwarsa paspor
- Verifikasi email bagi pengunjung asing jika diminta
Jika fitur "Pindai MRZ" tersedia, Anda dapat menggunakan zona yang dapat dibaca mesin pada paspor Anda untuk mengisi beberapa kolom secara otomatis. Selalu periksa hasilnya dengan membandingkannya langsung dengan paspor Anda sebelum melanjutkan; pemindaian otomatis tidak membebaskan Anda dari tanggung jawab untuk memastikan keakuratan informasi tersebut.
Langkah 3: Informasi Perjalanan dan Visa

Selanjutnya, masukkan tanggal perjalanan Anda di Indonesia serta informasi imigrasi. Gunakan tanggal kedatangan pertama Anda di Indonesia dan tanggal keberangkatan yang direncanakan saat ini.
Jika formulir tersebut menanyakan apakah Anda sudah memiliki visa atau KITAS/KITAP, jawablah sesuai dengan dokumen yang benar-benar akan Anda gunakan untuk masuk ke negara tersebut. Jika Anda berencana menggunakan e-Visa on Arrival, ingatlah bahwa e-VOA dan Kartu Kedatangan adalah dokumen yang terpisah.
Langkah 4: Rincian Transportasi

Lengkapi detail perjalanan dan akomodasi Anda:
- Moda Transportasi: Pilih AIR atau LAUT
- Tujuan Perjalanan: Pilih dari menu pilihan (LIBURAN, BISNIS, dll.)
- Tempat Kedatangan: Pilih bandara/pelabuhan masuk Anda (contoh: "DPS - BANDARA I GUSTI NGURAH RAI")
- Jenis Transportasi Udara: Biasanya "PENERBANGAN KOMERSIAL"
- Nama Penerbangan: Pilih maskapai penerbangan Anda dari menu tarik-turun
- Nomor Penerbangan: Masukkan kode dan nomor penerbangan (misalnya, "NZ 122")
- Jenis Tempat Tinggal: Pilih HOTEL, PRIVATE, dll.
- Nama Hotel: Pilih atau masukkan akomodasi Anda
- Kantor Imigrasi terdekat: Pengisian otomatis ini berdasarkan lokasi Anda
Langkah 5: Deklarasi (Kesehatan, Karantina & Bea Cukai)

Bagian ini menggabungkan beberapa pernyataan yang sebelumnya ditangani secara terpisah. Bacalah setiap pertanyaan dengan saksama, jangan langsung memilih “Tidak”.
Untuk deklarasi kesehatan, formulir tersebut mungkin menanyakan mengenai gejala yang sedang dialami serta negara-negara yang telah Anda kunjungi atau lewati sebagai transit selama 21 hari terakhir. Untuk karantina, laporkan hewan, ikan, tumbuhan, dan produk terkait lainnya. Di bagian bea cukai, berikan informasi bagasi yang diminta dan laporkan barang-barang yang termasuk dalam ketentuan pelaporan Bea Cukai Indonesia.
Jika Anda memerlukan penjelasan terperinci mengenai hal-hal yang wajib dilaporkan, silakan gunakan Panduan Deklarasi Bea Cukai Elektronik Indonesia daripada hanya menebak berdasarkan pertanyaan di Kartu Kedatangan saja.
Langkah 6: Tinjau dan Kirim
Sebelum Anda menekan tombol "Kirim", periksa kembali informasi yang paling mungkin menimbulkan masalah jika dimasukkan secara salah:
- Nama lengkap
- Nomor paspor
- Tanggal kedaluwarsa paspor
- Tanggal kedatangan
- Rincian penerbangan atau kapal
- Titik kedatangan di Indonesia
- Informasi akomodasi
- Rincian visa atau izin tinggal (jika ada)
- Pertanyaan seputar kesehatan, karantina, dan bea cukai
Kirimkan hanya setelah rinciannya sesuai dengan dokumen perjalanan Anda. Jika rencana Anda berubah secara signifikan setelah pengiriman atau Anda menemukan kesalahan, ikuti opsi yang ditampilkan oleh sistem saat ini untuk memperbaiki atau mengganti pernyataan tersebut, daripada melakukan perjalanan dengan informasi yang Anda ketahui salah.
Langkah 7: Unduh Kode QR Anda

Setelah pengiriman berhasil, sistem akan membuat konfirmasi Kartu Kedatangan dan kode QR Anda. Unduh Kartu Kedatangan tersebut atau ambil tangkapan layar yang jelas, lalu simpan di ponsel Anda.
Biasanya Anda tidak memerlukan salinan cetak, tetapi mencetaknya bisa menjadi cadangan yang berguna jika baterai ponsel Anda habis atau Anda tidak dapat mengakses berkas yang telah disimpan. Simpanlah konfirmasi terbaru jika Anda mengajukan pernyataan pengganti.
Cara menjawab pertanyaan mengenai riwayat perjalanan selama 21 hari
Formulir ini meminta Anda untuk mencantumkan negara asal, negara-negara transit, serta negara-negara lain yang pernah Anda kunjungi selama 21 hari sebelum tiba di Indonesia. Anda dapat memilih lebih dari satu negara.
- Negara asal: di mana perjalanan ke Indonesia kali ini dimulai.
- Negara transit: negara tempat Anda singgah atau transit dalam perjalanan.
- Negara lain yang dikunjungi: negara lain tempat Anda tinggal atau yang Anda lewati selama 21 hari terakhir.
| Rute perjalanan | Negara yang akan dipilih |
|---|---|
| Australia ke Bali | Australia |
| Inggris Raya ke Singapura ke Bali | Inggris Raya dan Singapura |
| Jerman, lalu tujuh hari di Thailand, lalu Bali | Jerman dan Thailand |
| Amerika Serikat ke Jepang ke Singapura ke Jakarta | Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura |
Jangan mencantumkan Indonesia sebagai negara yang dikunjungi sebelum kedatangan; Indonesia adalah tujuan perjalanan kali ini. Jawaban Anda harus mencerminkan rute yang sebenarnya. Jika redaksi atau pilihan pada formulir daring berbeda, ikuti formulir resmi pemerintah yang berlaku.
Pengajuan dari anak-anak, keluarga, dan kelompok
Apakah seorang anak perlu mengisi Kartu Kedatangan?
Ya. Setiap anak dan bayi harus dicantumkan dalam formulir deklarasi kedatangan. Masukkan informasi paspor dan perjalanan masing-masing anak melalui proses pendaftaran individu atau pendamping yang ditampilkan di portal.
Apakah satu keluarga atau kelompok dapat menggunakan satu pengajuan?
Sistem yang sedang beroperasi mungkin memungkinkan penambahan penumpang pendamping selama proses pendaftaran kelompok. Masukkan dan periksa detail setiap orang secara terpisah. Jangan berasumsi bahwa paspor atau kode QR orang dewasa secara otomatis berlaku untuk anak-anak atau penumpang lain.
Apakah setiap kelompok mendapatkan satu kode QR?
Gunakan konfirmasi yang dihasilkan oleh portal langsung dan pastikan setiap penumpang tercantum di dalamnya sebelum menutup layar konfirmasi. Simpan setiap Kartu Kedatangan atau kode QR konfirmasi yang dihasilkan oleh sistem. Karena portal dapat mengubah alur kerja kelompoknya, konfirmasi langsung lebih dapat diandalkan daripada tangkapan layar lama atau panduan dari pihak ketiga.
Apa yang terjadi setelah pengajuan?
Setelah pengajuan berhasil, sistem akan menampilkan konfirmasi Kartu Kedatangan beserta kode QR. Unduh file tersebut, simpan tangkapan layarnya, dan pastikan file tersebut dapat dibuka tanpa koneksi internet. Salinan cetak biasanya tidak diperlukan, tetapi dapat menjadi cadangan yang berguna jika ponsel Anda hilang, rusak, atau kehabisan baterai.
Setibanya di sana, ikuti petunjuk dari pihak bandara, pelabuhan, Imigrasi, Bea Cukai, kesehatan, atau karantina yang berlaku untuk perjalanan Anda. Siapkan paspor, visa atau izin tinggal, serta konfirmasi Kartu Kedatangan Anda agar mudah diakses.
Kartu Kedatangan Seluruh Indonesia untuk Bali
Penumpang yang tiba dari luar negeri di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menggunakan Kartu Kedatangan Seluruh Indonesia yang sama. Tidak ada kartu kedatangan khusus untuk Bali.
Kartu Kedatangan tidak menggantikan Pajak Wisatawan Bali. Jika pajak tersebut berlaku untuk kunjungan Anda, silakan mengurusnya secara terpisah melalui saluran resmi Pajak Wisatawan Bali dan simpan konfirmasinya bersama dokumen perjalanan Anda.
Kartu Kedatangan vs visa, e-CD, dan Pajak Wisata Bali
| Persyaratan | Tujuan | Siapa yang menggunakannya | Biaya |
|---|---|---|---|
| Kartu Kedatangan Seluruh Indonesia | Pernyataan kedatangan penumpang | Sebagian besar kedatangan internasional melalui udara dan laut | Gratis |
| Visa / e-VOA / izin tinggal | Izin untuk masuk dan tinggal | Tergantung pada kewarganegaraan dan tujuannya | Bervariasi |
| Saluran kedatangan e-CD di darat | Deklarasi bea cukai untuk arus perdagangan melalui perbatasan darat | Para pelancong yang diarahkan ke sana oleh Bea Cukai | Gratis |
| Retribusi Turis Bali | Retribusi pariwisata Bali | Wisatawan asing yang memenuhi syarat untuk berkunjung ke Bali | Biaya terpisah |
Masalah umum dan cara mengatasinya
Saya memasukkan informasi yang salah
Perbaiki atau kirimkan kembali pernyataan tersebut dengan menggunakan opsi yang tersedia di portal ini. Jangan abaikan kesalahan pada nama, nomor paspor, tanggal kedatangan, titik kedatangan, atau detail penting lainnya. Simpan konfirmasi terbaru.
Saya tidak bisa menemukan kode QR saya
Gunakan opsi pencarian kembali di portal resmi All Indonesia. Periksa alamat email yang digunakan untuk pengiriman dan simpan konfirmasi yang berhasil dipulihkan secara offline.
Hotel saya tidak muncul
Cari dengan cermat dan gunakan opsi ‘Lainnya’ atau yang setara hanya jika formulir online tersebut menyediakannya. Masukkan alamat di Indonesia yang diminta seakurat mungkin.
Situs web ini tidak bisa dimuat
Cobalah menggunakan koneksi internet yang stabil dan browser terbaru, nonaktifkan fitur terjemahan otomatis halaman, dan coba lagi nanti jika sistem resmi sedang sibuk untuk sementara waktu. Jangan melakukan pembayaran melalui situs tiruan hanya karena portal resmi sedang lambat.
Saya lupa menyelesaikannya sebelum berangkat
Isi formulir resmi tersebut sesegera mungkin selama periode yang tersedia. Jika Anda tiba tanpa membawa formulir tersebut, ikuti petunjuk yang diberikan oleh petugas Indonesia; prosesnya mungkin akan memakan waktu lebih lama.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Kartu Kedatangan Indonesia wajib diisi?
Ya. Portal resmi menyatakan bahwa hal tersebut wajib bagi semua penumpang yang masuk ke Indonesia.
Apakah Kartu Kedatangan Indonesia gratis?
Ya. Pengajuan melalui portal resmi pemerintah tidak dikenakan biaya. Layanan bantuan swasta mungkin mengenakan biaya layanan yang diungkapkan secara jelas.
Apakah Kartu Kedatangan sama dengan visa?
Tidak. Kartu Kedatangan berfungsi untuk mencatat pernyataan kedatangan; sedangkan visa atau izin imigrasi lainnya yang menentukan apakah Anda diperbolehkan masuk dan tinggal.
Kapan saya bisa mendaftar?
Dalam waktu tiga hari sebelum tanggal kedatangan yang dijadwalkan di Indonesia.
Apakah saya bisa mengisinya di bandara?
Formulirnya tersedia secara daring, tetapi sebaiknya Anda mengirimkannya sebelum keberangkatan agar Anda punya waktu untuk memperbaiki kesalahan dan menyimpan kode QR.
Apakah saya perlu mencetak kode QR?
Biasanya tidak, tapi simpanlah salinannya secara offline. Salinan cetak bisa berguna.
Apakah setiap anak perlu dilibatkan?
Ya. Masukkan detail paspor dan perjalanan yang diperlukan untuk setiap anak sesuai dengan petunjuk yang ditampilkan di portal online.
Apakah ada kartu kedatangan Bali yang terpisah?
Tidak. Wisatawan internasional yang tiba di Bali menggunakan Kartu Kedatangan Nasional Indonesia.
Apakah sudah termasuk Pajak Pariwisata Bali?
Tidak. Pungutan tersebut dikenakan secara terpisah jika berlaku.
Apakah saya masih harus mengisi e-CD terpisah untuk kedatangan melalui udara atau laut?
Gunakan prosedur "All Indonesia" untuk kedatangan melalui udara dan laut, kecuali jika pihak berwenang Indonesia memberikan instruksi lain. Situs web Bea Cukai menampilkan saluran e-CD terpisah untuk kedatangan melalui darat. Simpan data tersebut di ponsel Anda, namun salinan cetak sebagai cadangan bisa berguna. Setidaknya, unduh Kartu Kedatangan atau simpan tangkapan layar yang dapat Anda buka tanpa koneksi internet.
Sebelum Anda Berwisata ke Indonesia
Sebelum berangkat, pastikan Anda sudah memiliki dokumen dan bukti konfirmasi yang diperlukan untuk perjalanan Anda:
- Paspor yang masih berlaku
- Visa Indonesia yang sah, e-VOA, izin tinggal, atau izin masuk lainnya
- Telah mengisi Kartu Kedatangan Indonesia untuk kedatangan melalui udara atau laut
- Kode QR Kartu Kedatangan telah disimpan secara offline
- Dokumen perjalanan pulang atau lanjutan, jika diperlukan
- Konfirmasi mengenai Pajak Wisata Bali, jika berlaku untuk perjalanan Anda ke Bali
- Dokumen bea cukai pendukung apa pun yang diperlukan untuk barang yang Anda bawa
Formulir All Indonesia dari pemerintah dapat diperoleh secara gratis. Jika Anda lebih memilih agar ada yang memeriksa detailnya dan menyiapkan Kartu Kedatangan untuk Anda, Visa Indonesia juga menawarkan sebuah Layanan bantuan pengisian Kartu Kedatangan dengan biaya layanan terpisah.
Siap Mengajukan atau Memperpanjang Visa Anda?
Biarkan spesialis visa kami menangani aplikasi Anda.


