KITAS Anda telah disetujui. Ini merupakan langkah penting, namun urusan Anda mungkin belum selesai. Anda mungkin masih perlu memeriksa izin tersebut, mendaftarkan alamat Anda, memeriksa hak bepergian, dan menyelesaikan kewajiban lokal lainnya.

Langkah-langkah yang harus diambil bergantung pada jenis KITAS, sponsor, pekerjaan, dan tempat tinggal Anda. Seorang pekerja di Jakarta mungkin memiliki tugas yang berbeda dengan seorang investor di Bali atau seorang pelajar di Yogyakarta. Gunakan panduan ini sebagai titik awal yang jelas, kemudian pastikan peraturan setempat dengan kantor yang menangani kasus Anda.

Mulailah dengan hal-hal yang mendesak. Periksa izin elektronik Anda terlebih dahulu. Kemudian, urus SKTT Anda dalam jangka waktu pelaporan yang ditentukan. Setelah itu, tinjau kewajiban terkait perjalanan, pajak, asuransi, pekerjaan, dan perpanjangan.

Hal-hal penting setelah persetujuan

Daftar periksa singkat setelah KITAS disetujui

Centang setiap poin setelah Anda menyelesaikannya. Persyaratan yang tepat dapat berbeda-beda tergantung pada jenis KITAS, sponsor, kegiatan, dan tempat tinggal.

10 hal penting yang perlu diperiksa

Daftar Isi

1. Periksa Apa Saja yang Sebenarnya Telah Disetujui

Orang-orang sering menggunakan istilah KITAS sebagai sebutan umum untuk izin tinggal terbatas di Indonesia. Istilah resminya adalah ITAS, atau Izin Tinggal Terbatas. Dokumen Anda mungkin juga mencakup eVisa tinggal terbatas, yang dikenal sebagai VITAS, serta izin masuk kembali. Untuk mengetahui proses pengajuan selengkapnya, baca Cara mendapatkan KITAS di Indonesia.

eVisa yang Telah Disetujui Belum Sama dengan ITAS yang Aktif

eVisa atau VITAS dengan masa tinggal terbatas yang telah disetujui memberi Anda izin untuk bepergian ke Indonesia. Bagi pemegang VITAS yang memenuhi syarat, ITAS elektronik dan Izin Masuk Kembali akan diterbitkan secara otomatis setelah Imigrasi mengizinkan Anda masuk di pos pemeriksaan imigrasi. Biasanya, Anda tidak perlu mendatangi Kantor Imigrasi hanya untuk mengambil dokumen-dokumen elektronik tersebut.

Setelah tiba, periksa email dan akun imigrasi Anda untuk memastikan bahwa e-ITAS dan izin masuk kembali telah diterbitkan. Jika berkas-berkas tersebut tidak muncul atau rinciannya salah, hubungi sponsor Anda atau Kantor Imigrasi sebelum menggunakan izin tersebut untuk permohonan berikutnya.

Buka setiap berkas yang terdapat dalam email persetujuan atau akun imigrasi Anda. Jangan hanya mengandalkan baris subjek email atau pesan dari petugas. Periksa nama dokumen yang tepat, nomor izin, tanggal penerbitan, dan tanggal kedaluwarsa.

Periksa Rincian Pribadi dan Izin Anda

Baca setiap baris dengan saksama. Kesalahan sekecil apa pun dapat menimbulkan masalah saat Anda bepergian, membuka rekening bank, mengajukan permohonan SKTT, atau memperbarui izin Anda.

  • Nama lengkap Anda sesuai dengan yang tertera di paspor Anda.
  • Nomor paspor Anda sudah benar.
  • Kewarganegaraan dan tanggal lahir Anda sudah benar.
  • Nama sponsor atau penjamin Anda tercantum dengan benar.
  • Alamat terdaftar Anda masih berlaku.
  • Kategori KITAS Anda sesuai dengan kegiatan yang telah disetujui.
  • Jabatan dan nama perusahaan Anda sudah benar jika Anda memegang KITAS Kerja.
  • Tanggal penerbitan dan tanggal kedaluwarsa sudah jelas.
  • Izin masuk kembali Anda berlaku hingga tanggal kepulangan yang Anda rencanakan.

Segera laporkan kesalahan begitu Anda menemukannya. Hubungi sponsor Anda, agen visa, atau Kantor Imigrasi yang menerbitkan izin tersebut. Hindari menggunakan dokumen yang salah untuk permohonan lainnya.

Simpan Salinan di Lebih dari Satu Tempat

Simpanlah berkas elektronik aslinya. Jangan hanya menyimpan tangkapan layar. Tangkapan layar mungkin memotong nomor izin, kode QR, atau bagian halaman.

  • Berkas ITAS atau KITAS elektronik
  • eVisa atau VITAS untuk masa tinggal terbatas
  • Informasi mengenai izin masuk kembali
  • Halaman identitas paspor
  • Catatan atau cap masuk terbaru dari Indonesia
  • Surat sponsor dan surat jaminan
  • Dokumen terkait pekerjaan, perusahaan, keluarga, atau sekolah
  • Tanda terima pembayaran dan email persetujuan

Simpan satu salinan di folder cloud yang aman dan satu salinan lagi di perangkat yang dapat Anda akses saat bepergian. Simpan salinan cetak izin utama bersama dokumen-dokumen Anda yang lain.

2. Ajukan permohonan SKTT Anda dalam waktu 14 hari

Sktt letter in indonesia

SKTT, atau Surat Keterangan Tempat Tinggal, adalah surat keterangan tempat tinggal bagi warga negara asing yang memegang ITAS. Surat ini diterbitkan oleh kantor kependudukan dan pencatatan sipil setempat, yang dikenal sebagai Dukcapil.

Pemegang ITAS asing wajib melapor ke kantor pendaftaran setempat selambat-lambatnya 14 hari setelah ITAS diterbitkan. Laporan ini digunakan untuk menerbitkan SKTT. Jangan menunggu sampai Anda membutuhkan dokumen tersebut untuk keperluan bank, tempat kerja, atau layanan lainnya.

Tempat Mendaftar

Ajukan permohonan melalui kantor Dukcapil yang wilayah kerjanya mencakup alamat Anda di Indonesia. Beberapa wilayah menyediakan layanan daring. Di wilayah lain, penjamin atau wakil Anda diharuskan mengajukan permohonan secara langsung. Untuk panduan langkah demi langkah, lihat cara mengajukan permohonan SKTT secara daring atau luring.

Prosedur di tingkat lokal bisa berbeda-beda. Jakarta, Bali, Batam, dan daerah-daerah lain mungkin menggunakan formulir atau dokumen pendukung yang berbeda. Silakan periksa situs web resmi kota atau kabupaten Anda sebelum berkunjung.

Persyaratan Umum SKTT

Dokumen-dokumen dasar biasanya meliputi paspor dan ITAS Anda. Kantor setempat mungkin meminta bukti tambahan tergantung pada alamat dan sponsor Anda.

  • Salinan paspor
  • Salinan ITAS elektronik
  • Formulir pendaftaran penduduk yang telah diisi
  • Foto terbaru
  • Identitas sponsor dan surat jaminan
  • Kontrak sewa atau bukti tempat tinggal
  • Pernyataan dari pemilik properti jika Anda menyewa atau tinggal bersama rumah tangga lain
  • Akta nikah atau akta kelahiran untuk pemegang KITAS yang disponsori keluarga
  • Dokumen perusahaan, sekolah, atau tempat kerja, jika relevan
  • STM atau laporan lokal lainnya jika kantor memintanya

Mintalah tanda terima atau bukti pengajuan. Saat SKTT diterbitkan, periksa kembali nama, nomor paspor, alamat, dan tanggal berlaku izin Anda.

Bagaimana Jika Anda Mendaftar Terlambat?

Pelaporan yang terlambat dapat menunda penerbitan SKTT Anda dan berpotensi mengakibatkan tindakan administratif sesuai dengan peraturan pendaftaran penduduk. Prosedur dan penegakan aturan dapat berbeda-beda di setiap kantor Dukcapil setempat, jadi segera hubungi kantor tersebut daripada menunggu hingga masa perpanjangan berikutnya.

Selalu Perbarui SKTT Anda

SKTT Anda terikat dengan alamat terdaftar dan nomor ITAS Anda. Anda mungkin memerlukan sertifikat baru atau yang diperbarui setelah perpanjangan KITAS, perubahan alamat, penggantian paspor, atau pergantian sponsor. Silakan tanyakan kepada kantor Dukcapil setempat mengenai hal-hal apa saja yang perlu diperbarui dalam kasus Anda.

SKTT Anda akan menjadi bagian dari catatan kependudukan Anda di Indonesia. Tergantung pada sistem setempat dan format dokumennya, catatan tersebut mungkin juga menggunakan Nomor Identitas Kependudukan (NIK). Pastikan domisili terdaftar Anda sesuai dengan alamat yang dilaporkan ke Imigrasi. Anda juga dapat membandingkan perbedaan antara surat domisili dan SKTT. Jika Anda membutuhkan bantuan di Bali, Dapatkan bantuan untuk mengajukan permohonan SKTT Anda.

3. Periksa Apakah Anda Membutuhkan STM

STM adalah laporan polisi yang disebut Surat Tanda Melapor. Anda mungkin masih menjumpainya dalam daftar dokumen lokal, terutama untuk SKTT atau berkas sponsor.

Jangan berasumsi bahwa setiap pemegang KITAS memerlukan laporan polisi yang sama. Beberapa kantor setempat memintanya, sementara yang lain hanya mencantumkan paspor dan ITAS sebagai dokumen dasar SKTT. Prosesnya juga bisa bergantung pada tempat tinggal, sponsor, dan kota Anda.

Tanyakan kepada sponsor, pemilik properti, agen visa, atau kantor Dukcapil setempat apakah STM diperlukan. Pastikan Anda mendapatkan jawaban yang jelas sebelum pergi ke kantor tersebut atau membayar biaya layanan.

4. Periksa Izin Masuk Kembali Anda Sebelum Berangkat

KITAS yang masih berlaku tidak berarti Anda boleh memesan tiket pulang-pergi tanpa memeriksa hak perjalanan Anda. Anda memerlukan izin masuk kembali yang sah untuk meninggalkan Indonesia dan kembali dengan menggunakan izin tinggal yang sama.

Istilah resmi dalam bahasa Indonesia adalah Izin Masuk Kembali, atau IMK. Agen visa dan warga asing mungkin juga menyebutnya sebagai Multiple Exit Re-entry Permit, atau MERP. Istilah-istilah ini merujuk pada izin yang memungkinkan pemegang ITAS untuk keluar dan kembali tanpa mengakhiri izin tinggalnya.

Pedoman Imigrasi saat ini menyatakan bahwa izin masuk kembali diterbitkan bersamaan dengan ITAS atau perpanjangan ITAS. Masa berlakunya biasanya mengikuti masa berlaku izin tinggal. Meskipun demikian, periksa detail izin tersebut sebelum setiap perjalanan ke luar negeri.

Periksa Detail-Detail Ini Sebelum Berangkat

  • ITAS Anda masih berlaku pada tanggal yang Anda rencanakan untuk kembali.
  • Izin masuk kembali Anda masih berlaku pada tanggal tersebut.
  • Paspor Anda masih akan berlaku.
  • Nomor paspor yang tertera pada izin Anda sesuai dengan paspor Anda saat ini.
  • KITAS Anda tidak dibatalkan, diubah, atau diperpanjang.
  • Sponsor Anda belum memulai proses penutupan EPO atau izin lainnya.
  • Anda memiliki salinan ITAS dan dokumen persetujuan terkait.

Bepergian Selama Proses Perpanjangan atau Perubahan

Perjalanan bisa jadi lebih rumit saat proses perpanjangan, pergantian sponsor, perubahan alamat, atau pembaruan paspor sedang berlangsung. Jangan berasumsi bahwa Anda bisa pergi dan kembali seperti biasa. Tanyakan kepada Kantor Imigrasi atau pihak yang menangani permohonan Anda sebelum membeli tiket.

05

Pastikan Kegiatan Anda Sesuai dengan KITAS Anda

Izin KITAS memungkinkan pemegangnya melakukan kegiatan yang disetujui berdasarkan izin tersebut. Izin ini tidak memberikan izin bebas untuk bekerja, menjalankan usaha apa pun, belajar di mana pun, atau mengganti sponsor tanpa melalui proses formal yang benar.

01

KITAS Kerja

Pastikan bahwa nama pemberi kerja, jabatan, lokasi kerja yang disetujui, dan masa kerja Anda sesuai dengan dokumen imigrasi dan ketenagakerjaan Anda. Pemberi kerja Anda juga harus memastikan bahwa RPTKA yang disetujui dan semua catatan ketenagakerjaan lain yang diperlukan masih berlaku.

Tinjau persyaratan KITAS untuk pekerjaan
02

KITAS Investor

Pastikan catatan jabatan dan perusahaan Anda mendukung izin yang Anda miliki. PT PMA harus selalu memperbarui profil OSS, NIB, izin usaha, catatan pajak, serta pelaporan LKPM. KITAS Investor tidak secara otomatis mengizinkan semua jenis pekerjaan berbayar.

Tinjauan Persyaratan KITAS bagi Investor
03

KITAS untuk Pasangan atau Keluarga

Pastikan catatan pernikahan, kelahiran, sponsor, dan alamat Anda selalu diperbarui. KITAS berbasis keluarga tidak selalu memberikan hak kerja yang sama dengan KITAS Kerja, jadi periksa peraturan ketenagakerjaan yang berlaku sebelum menerima pekerjaan berbayar di setempat.

Peninjauan KITAS Pasangan
Peninjauan KITAS yang Bergantung pada Orang Lain
04

KITAS Mahasiswa

Tetap terdaftar dan jaga komunikasi dengan sekolah atau universitas Anda. Laporkan setiap perubahan terkait lembaga pendidikan, program studi, atau alamat Anda sebelum hal tersebut berdampak pada izin tinggal atau sponsor Anda.

Tinjau persyaratan KITAS bagi mahasiswa
05

KITAS Pensiun atau Tinggal Jangka Panjang

Simpanlah dokumen-dokumen terkait keuangan, asuransi, tempat tinggal, dan sponsor yang diperlukan untuk jenis izin Anda. Jangan menerima tawaran pekerjaan di daerah setempat kecuali Anda memiliki izin kerja yang sesuai.

Tinjau persyaratan KITAS untuk masa pensiun
06

KITAS Pekerja Jarak Jauh

Simpanlah bukti pekerjaan Anda di luar negeri serta penghasilan yang diperoleh di luar negeri. Hindari pekerjaan lokal yang tidak termasuk dalam tujuan kerja jarak jauh yang telah disetujui, dan tinjau kembali status perpajakan Anda di Indonesia jika Anda menghabiskan sebagian besar waktu dalam setahun di negara ini.

Tinjauan KITAS bagi Pekerja Jarak Jauh

6. Periksa Status Pajak Anda di Indonesia

Who need to pay indonesian tax

KITAS tidak menimbulkan konsekuensi perpajakan yang sama bagi setiap orang. Status perpajakan Anda bergantung pada tempat tinggal Anda, lamanya masa tinggal, niat Anda untuk menetap, penghasilan Anda, serta perjanjian perpajakan yang berlaku.

Seorang warga negara asing dapat menjadi wajib pajak dalam negeri Indonesia dengan tinggal di Indonesia, berada di Indonesia selama lebih dari 183 hari dalam periode 12 bulan, atau berada di Indonesia dengan niat untuk menetap di sini. ITAS atau VITAS yang berlaku selama lebih dari 183 hari dapat menjadi salah satu indikasi niat tersebut.

Apakah Anda Membutuhkan NPWP?

Jangan menerapkan aturan sederhana “ya atau tidak”. Anda mungkin perlu melakukan pendaftaran pajak di Indonesia jika Anda menjadi wajib pajak dalam negeri dan memperoleh penghasilan kena pajak. Pemberi kerja Anda mungkin akan menangani sebagian proses tersebut jika Anda bekerja di Indonesia.

Perjanjian pajak, aturan mengenai penghasilan luar negeri, pengecualian terbatas, dan kewajiban perpajakan di negara asal Anda dapat memengaruhi jawabannya. Konsultasikan dengan penasihat pajak Indonesia yang berkualifikasi jika Anda memperoleh penghasilan dari lebih dari satu negara, memiliki perusahaan, menerima penghasilan investasi, atau bekerja dari jarak jauh. Untuk penjelasan lebih lanjut, baca artikel kami Panduan Pajak Indonesia untuk Ekspatriat.

Simpan Catatan Pajak yang Berguna

  • Tanggal kedatangan dan keberangkatan Anda
  • Kontrak kerja dan catatan gaji
  • Laporan laba rugi luar negeri
  • Laporan rekening bank Indonesia
  • Bukti pembayaran pajak di negara lain
  • Catatan kepemilikan perusahaan dan pembagian dividen
  • Nomor wajib pajak dan laporan pajak yang telah diajukan

7. Periksa BPJS dan Asuransi Kesehatan

Kartu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan terpajang di atas meja kantor bersama beberapa dokumen dan sebuah laptop.

Cakupan kesehatan dan ketenagakerjaan bergantung pada jenis KITAS dan status pekerjaan Anda. Jangan berasumsi bahwa setiap warga asing memiliki kewajiban BPJS yang sama. Kami Persyaratan BPJS bagi warga negara asing di Indonesia Panduan ini menjelaskan perbedaan cakupan asuransi berdasarkan status.

Peraturan jaminan sosial Indonesia berlaku bagi warga negara asing yang bekerja di Indonesia selama minimal enam bulan. Pemberi kerja Anda harus memastikan bahwa Anda telah terdaftar dalam program-program yang berlaku.

Mintalah bukti bahwa data BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Anda masih aktif apabila diminta. Periksa nama Anda, rincian paspor, nama pemberi kerja, data gaji, dan status keanggotaan Anda.

Pasangan, tanggungan, pelajar, pensiunan, investor, atau pekerja jarak jauh mungkin memiliki skema asuransi yang berbeda. Periksa ketentuan izin tinggal Anda dan polis asuransi swasta Anda. Pastikan paket asuransi tersebut mencakup perawatan di kota atau provinsi tempat Anda tinggal.

8. Selesaikan Pengaturan Harian Anda

Setelah urusan hukumnya sudah beres, Anda dapat menggunakan KITAS dan SKTT Anda untuk mengakses layanan praktis. Setiap penyedia layanan memiliki ketentuan dokumennya sendiri, jadi sebaiknya hubungi mereka atau periksa secara daring sebelum berkunjung.

Buka Rekening Bank Indonesia

Bank mungkin akan meminta paspor, ITAS, SKTT, nomor telepon di Indonesia, informasi pajak, bukti alamat, surat keterangan dari tempat kerja, atau dokumen perusahaan. Persyaratan dapat berbeda-beda tergantung pada bank dan jenis rekening. Anda juga dapat meminta bantuan untuk membuka rekening bank pribadi di Indonesia.

Jaga Agar Nomor Telepon Indonesia Anda Tetap Aktif

Nomor lokal sering kali diperlukan untuk urusan perbankan, portal pemerintah, layanan pengiriman, dan keamanan akun. Pastikan nomor tersebut terdaftar atas nama yang benar dan hindari kehilangan akses saat Anda mengganti perangkat.

Tinjauan Aturan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Kendaraan

SIM luar negeri atau izin mengemudi internasional mungkin tidak berlaku untuk semua situasi. Pastikan Anda memenuhi syarat untuk mendapatkan SIM Indonesia. Pastikan juga telah memenuhi kewajiban pendaftaran dan asuransi sebelum membeli atau menggunakan kendaraan.

Pastikan Catatan Alamat Anda Selalu Konsisten

Gunakan alamat yang sama dan masih berlaku di semua catatan Imigrasi, Dukcapil, bank Anda, tempat kerja, sekolah, dan asuransi, jika diperlukan. Ketidaksesuaian alamat dapat memperlambat proses perpanjangan atau pengajuan permohonan lainnya.

9. Laporkan Perubahan Penting

Catatan Anda harus sesuai dengan keadaan sebenarnya selama seluruh masa berlaku KITAS. Segera laporkan perubahan yang signifikan, jangan menunggu hingga masa perpanjangan berikutnya.

  • Anda Pindah ke Alamat Baru: Kantor Imigrasi mewajibkan pembaruan alamat meskipun Anda pindah di dalam wilayah yang sama dengan Kantor Imigrasi tersebut. Pindah ke wilayah yurisdiksi lain mungkin memerlukan proses pemindahan alamat lama dan baru. Anda juga harus memperbarui SKTT Anda melalui Dukcapil.
  • Anda Menerima Paspor Baru: ITAS Anda terhubung dengan data paspor Anda. Silakan hubungi Imigrasi sebelum Anda bepergian dengan paspor baru. Anda mungkin perlu memperbarui atau memindahkan data izin tersebut. Layanan perubahan data paspor kami dapat membantu Anda Perbarui KITAS Anda setelah mendapatkan paspor baru.
  • Perubahan pada Pemberi Kerja, Pekerjaan, atau Sponsor Anda: Jangan mulai menerapkan pengaturan baru terlebih dahulu, baru kemudian mengurus izinnya. Tanyakan apakah Anda memerlukan perubahan izin, pengalihan sponsor, pembatalan, atau pengajuan baru.
  • Perubahan Status Keluarga Anda: Pernikahan, perceraian, kelahiran, kematian, atau perubahan status tanggungan dapat memengaruhi izin tinggal berbasis keluarga. Segera perbarui catatan sipil dan imigrasi yang bersangkutan.

10. Rencanakan Perpanjangan KITAS Anda Sejak Dini

Gunakan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada ITAS elektronik Anda. Jangan hanya mengandalkan ingatan, catatan kalender dari permohonan sebelumnya, atau tanggal pada eVisa Anda saja.

Pedoman Imigrasi saat ini menerapkan jangka waktu pengajuan yang berbeda-beda. ITAS yang berlaku hingga satu tahun umumnya dapat diperpanjang mulai 30 hari sebelum masa berlakunya habis. ITAS yang berlaku lebih dari satu tahun umumnya dapat diperpanjang mulai tiga bulan sebelum masa berlakunya habis. Kategori izin Anda mungkin memiliki persyaratan tambahan. Silakan tinjau Layanan perpanjangan visa dan KITAS di Indonesia sebelum periode pengajuan Anda dibuka.

Tetapkan Tiga Pengingat Perencanaan

  • Empat bulan sebelum masa berlaku habis: periksa kembali sponsor, paspor, dan dokumen pendukung Anda.
  • Tiga bulan sebelum masa berlaku berakhir: tanyakan mengenai periode pengajuan saat ini dan biayanya.
  • Satu bulan sebelum masa berlaku berakhir: pastikan bahwa permohonan telah diajukan dan biayanya telah dibayarkan jika memenuhi syarat.

Ini adalah pengingat perencanaan, bukan batas waktu hukum. Ikuti aturan pengajuan yang berlaku untuk izin Anda.

Periksa Dokumen-dokumen yang Kemungkinan Akan Kedaluwarsa Terlebih Dahulu

  • Paspor
  • Identitas sponsor atau data perusahaan
  • Persetujuan perekrutan
  • Surat pendaftaran sekolah
  • Catatan pernikahan atau keluarga
  • Polis asuransi
  • Izin usaha, NIB, atau catatan pelaporan
  • Bukti ketersediaan dana atau komitmen izin lainnya

11. Tutup KITAS Anda dengan Benar Saat Anda Pergi

Jangan biarkan KITAS Anda kedaluwarsa begitu saja jika Anda akan mengakhiri masa tinggal, pekerjaan, studi, sponsor, atau jabatan di perusahaan. Proses penutupan yang benar dapat membantu mencegah masalah terkait visa atau masuk ke negara ini di masa mendatang.

Izin Keluar Saja

Izin Keluar Saja (EPO) digunakan jika Anda sedang berada di Indonesia dan akan mengakhiri masa berlaku izin tinggal Anda sebelum masa berlakunya habis. Pihak penjamin biasanya turut terlibat dalam proses ini. Anda mungkin memerlukan paspor, ITAS, surat penjamin, tiket, dan dokumen-dokumen yang terkait dengan jenis KITAS Anda. Baca artikel kami Panduan Lengkap Mengenai Izin Keluar Indonesia Saja sebelum memulai proses penutupan.

Anda Sudah Berada di Luar Indonesia

Prosedur penghentian yang berbeda mungkin berlaku jika Anda telah meninggalkan Indonesia dan tidak akan kembali dengan menggunakan izin tersebut. Mintalah konfirmasi kepada sponsor atau Kantor Imigrasi mengenai prosedur yang benar, daripada membiarkan izin tersebut tetap berlaku.

Jika Anda saat ini berada di luar Indonesia, sponsor Anda mungkin perlu mengajukan permohonan ERP Tidak Kembali atau Izin Penghentian Tinggal (TSP), yang sering disingkat menjadi TSP, alih-alih EPO. Nama dan prosedurnya mungkin berbeda-beda di setiap Kantor Imigrasi, sehingga sponsor Anda sebaiknya memastikan prosedur yang berlaku saat ini sebelum masa berlaku ITAS Anda habis.

Periksa juga SKTT, BPJS, nomor wajib pajak, rekening bank, nomor telepon, perjanjian sewa, dan kewajiban perusahaan Anda sebelum Anda menyelesaikan proses pindah.

Hindari masalah-masalah ini

Kesalahan umum setelah KITAS disetujui

Persetujuan KITAS tidak selalu menjadi langkah terakhir. Hal-hal yang sering terlewatkan ini dapat menyebabkan keterlambatan, masalah perjalanan, atau masalah kepatuhan di kemudian hari.

  • 01
    Dengan asumsi eVisa telah menyelesaikan semua prosesnya

    Email persetujuan tersebut tidak menjamin bahwa setiap dokumen pasca-kedatangan dan tahapan pendaftaran telah diselesaikan.

  • 02
    Melewatkan periode pelaporan SKTT

    Pemegang ITAS harus mengurus SKTT mereka dalam jangka waktu pelaporan 14 hari yang berlaku.

  • 03
    Dengan asumsi setiap wilayah mengikuti proses yang sama

    Persyaratan SKTT, STM, dan dokumen pendukung dapat berbeda-beda di antara kota, kabupaten, dan kantor-kantor daerah.

  • 04
    Bepergian tanpa memeriksa izin masuk kembali

    Pastikan bahwa ITAS, paspor, dan izin masuk kembali Anda masih berlaku pada tanggal Anda kembali ke Indonesia.

  • 05
    Bekerja di luar kegiatan yang telah disetujui

    Perusahaan tempat Anda bekerja, jabatan, lokasi kerja, dan tugas-tugas Anda harus sesuai dengan persetujuan yang tercantum dalam izin Anda.

  • 06
    Menggunakan aturan sederhana dalam perpajakan Indonesia

    Memiliki KITAS tidak secara otomatis berarti bahwa Anda selalu memiliki, atau tidak pernah memiliki, kewajiban perpajakan di Indonesia.

  • 07
    Tidak memperbarui alamat atau paspor Anda

    Dokumen imigrasi, Dukcapil, dan catatan lainnya harus mencantumkan alamat dan rincian paspor Anda saat ini.

  • 08
    Terlambat mempersiapkan perpanjangan

    Periksa kembali paspor, sponsor, asuransi, dan dokumen pendukung Anda beberapa bulan sebelum izin tersebut kedaluwarsa.

  • 09
    Mengganti sponsor secara tidak resmi

    Sponsor, pemberi kerja, sekolah, atau pengaturan keluarga yang baru mungkin memerlukan perubahan resmi, pemindahan, pembatalan, atau pengajuan baru.

  • 10
    Pergi tanpa menutup izin dengan benar

    Saat akan mengakhiri masa tinggal Anda di Indonesia, pastikan apakah yang berlaku adalah EPO atau prosedur pengakhiran resmi lainnya.

Prosedur dan persyaratan dokumen di tingkat lokal dapat bervariasi. Pastikan proses terkini dengan sponsor Anda, agen visa, kantor Dukcapil, atau Kantor Imigrasi sebelum mengambil tindakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang Harus Saya Lakukan Pertama Kali Setelah KITAS Saya Disetujui?

Unduh berkas-berkas elektronik tersebut dan periksa setiap detailnya. Pastikan Anda memiliki ITAS yang masih berlaku, informasi sponsor yang benar, tanggal kedaluwarsa yang jelas, serta izin masuk kembali yang sah. Setelah itu, mulailah proses SKTT.

Berapa lama batas waktu yang saya miliki untuk mengajukan permohonan SKTT?

Pemegang ITAS wajib melapor ke kantor pencatatan penduduk setempat dalam waktu 14 hari setelah ITAS diterbitkan. Pastikan cara pelaporan di wilayah Anda dengan menghubungi kantor Dukcapil yang wilayah kerjanya mencakup alamat Anda.

Apakah Saya Membutuhkan STM?

Hal ini tergantung pada prosedur setempat. Beberapa kantor atau sponsor masih meminta STM, sementara yang lain tidak mencantumkannya sebagai persyaratan dasar SKTT. Silakan hubungi Dukcapil setempat atau sponsor Anda.

Apakah saya boleh meninggalkan Indonesia setelah mendapatkan KITAS?

Ya, asalkan ITAS, paspor, dan izin masuk kembali Anda masih berlaku saat Anda kembali. Bepergian mungkin berisiko selama proses perpanjangan, perubahan, atau pembatalan, jadi sebaiknya periksa terlebih dahulu.

Apakah saya bisa mulai bekerja begitu KITAS saya diterbitkan?

Tidak selalu. KITAS Anda membuktikan status tinggal imigrasi Anda, tetapi pemberi kerja Anda juga harus memastikan bahwa persetujuan tenaga kerja yang diperlukan masih berlaku. Jika berlaku, RPTKA yang telah disetujui harus sesuai dengan pemberi kerja, jabatan, lokasi kerja, dan periode kerja Anda sebelum Anda mulai bekerja.

Apakah KITAS secara otomatis menjadikan saya sebagai wajib pajak Indonesia?

Tidak ada satu dokumen pun yang dapat menentukan hasil setiap kasus. Tempat tinggal, lamanya tinggal di Indonesia, niat untuk tinggal di sini, penghasilan, serta ketentuan perjanjian pajak—semuanya menjadi faktor yang penting.

Apakah Saya Membutuhkan BPJS?

Warga negara asing yang bekerja di Indonesia selama minimal enam bulan termasuk dalam ketentuan keikutsertaan jaminan sosial. Pemegang KITAS lainnya mungkin memiliki kebutuhan asuransi yang berbeda.

Kapan Saya Harus Memperpanjang KITAS Saya?

Periksa jangka waktu pengajuan sesuai dengan masa berlaku dan kategori izin Anda. Mulailah mempersiapkan diri beberapa bulan sebelumnya, tetapi ajukan permohonan hanya dalam jangka waktu yang diizinkan berdasarkan peraturan Imigrasi yang berlaku.

Apa yang Akan Terjadi Jika Saya Pindah?

Perbarui alamat Anda di Imigrasi dan Dukcapil. Jika Anda pindah ke wilayah Kantor Imigrasi lain, mungkin diperlukan proses pemindahan resmi antara kantor lama dan kantor baru.

Apa yang Akan Terjadi Jika Saya Mendapatkan Paspor Baru?

Hubungi Kantor Imigrasi dan perbarui catatan ITAS sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri. Jangan berasumsi bahwa membawa kedua paspor tersebut sudah cukup untuk setiap situasi.

Apakah Saya Membutuhkan EPO Jika KITAS Saya Akan Kedaluwarsa?

EPO umumnya digunakan jika Anda berada di Indonesia dan ingin mengakhiri izin tinggal sebelum masa berlakunya habis. Pihak sponsor Anda harus memastikan apakah yang berlaku adalah EPO atau prosedur penghentian lainnya.

Daftar Periksa Akhir Pasca-Persetujuan

  • Simpan salinan elektronik ITAS, eVisa, paspor, dan dokumen persetujuan Anda.
  • Periksa setiap detail terkait data pribadi, sponsor, alamat, tempat kerja, dan masa berlaku.
  • Ajukan permohonan SKTT dalam waktu 14 hari sejak diterbitkannya ITAS.
  • Pastikan apakah di wilayah Anda diperlukan STM.
  • Periksa izin masuk kembali Anda sebelum setiap perjalanan ke luar negeri.
  • Pastikan kegiatan Anda sesuai dengan kategori KITAS Anda.
  • Tinjau kewajiban pendaftaran pajak dan pelaporan pajak di Indonesia.
  • Pastikan persyaratan BPJS dan asuransi kesehatan terpenuhi.
  • Pastikan alamat dan data paspor Anda selalu diperbarui.
  • Atur pengingat perpanjangan lebih awal.
  • Gunakan prosedur penutupan yang benar saat masa berlaku KITAS berakhir.

KITAS Anda memberikan dasar hukum bagi Anda untuk tinggal di Indonesia, namun izin tersebut akan berfungsi secara optimal jika semua data terkait tetap akurat. Selesaikan langkah-langkah mendesak terlebih dahulu, atur dokumen-dokumen Anda dengan rapi, dan tanyakan kepada instansi yang berwenang jika ada peraturan setempat yang kurang jelas.

Butuh bantuan untuk memeriksa dokumen KITAS Anda atau merencanakan langkah selanjutnya? Hubungi Visa Indonesia untuk mendapatkan panduan sesuai dengan jenis izin dan lokasi Anda.

Siap Mengajukan atau Memperpanjang Visa Anda?

Biarkan spesialis visa kami menangani aplikasi Anda.