Tempat Terbaik untuk Tinggal di Bali bagi Ekspatriat: Panduan Wilayah Berdasarkan Gaya Hidup
Sebelum kamu langsung terpikat oleh vila pertama yang punya kolam renang cantik, mari kita perjelas satu hal: tidak ada satu pun tempat yang bisa disebut sebagai “terbaik” untuk tinggal di Bali. Lingkungan yang tepat sepenuhnya bergantung pada Anda, tentang cara Anda bekerja, berapa penghasilan Anda, apakah Anda sedang membesarkan anak, dan seberapa lama Anda bersedia terjebak dalam kemacetan pada Selasa sore.
Panduan ini akan menuntun Anda menjelajahi pulau ini satu wilayah demi satu. Anggap saja ini bukan sekadar daftar peringkat, melainkan lebih sebagai penasihat dalam mencari tempat yang tepat. Pada akhirnya, Anda akan tahu persis di mana tempat yang paling cocok untuk Anda.
Pilih kawasan yang sesuai dengan gaya hidup Anda
Mulailah dengan menentukan prioritas harian Anda, lalu kenali lingkungan sekitarnya sebelum menandatangani kontrak sewa jangka panjang.
Canggu, Pererenan, Ubud
Ruang kerja bersama, kafe, komunitas, kesehatan, dan fasilitas yang andal serta mendukung produktivitas kerja.
Sanur, Umalas, Jimbaran
Kegiatan sehari-hari yang lebih tenang, akses ke sekolah, klinik, jalan-jalan perumahan, dan layanan keluarga.
Sanur, Ubud, Nusa Dua
Kenyamanan, akses ke layanan kesehatan, gaya hidup yang lebih santai, dan komunitas yang sudah mapan.
Uluwatu, Bingin, Canggu
Akses mudah ke ombak, pantai, komunitas peselancar, pusat kebugaran, dan kafe.
Amed, Tabanan, Seseh
Lebih banyak ruang, kehidupan malam yang lebih sepi, lalu lintas yang lebih lancar, dan ritme kehidupan lokal yang lebih santai.
Denpasar, Renon, Kerobokan
Rumah sakit, kantor, layanan sehari-hari, pemasok, dan akses perkotaan yang praktis.
Seminyak, Nusa Dua, Uluwatu
Vila-vila mewah, kuliner kelas atas, resor, klub pantai, dan layanan kelas atas.
Sanur
Perpaduan yang seimbang antara ketenangan, kehidupan bermasyarakat, pantai, berbagai layanan, dan akses ke layanan kesehatan.
Cara Memilih Tempat Tinggal di Bali
Memilih lingkungan tempat tinggal pada dasarnya berarti memilih ritme kehidupan sehari-hari. Ada enam faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk ritme tersebut.
Visa dan rencana tinggal yang sah Anda
Hal ini lebih penting daripada pemandangan pantai, jadi mulailah dari sini. Liburan singkat dan tinggal di Bali dalam jangka panjang memerlukan dokumen yang berbeda. Langkah-langkah umum yang biasa dilakukan antara lain Visa kunjungan C1, Visa masuk berkali-kali D1, beberapa izin tinggal KITAS, yaitu Visa Pekerja Jarak Jauh E33G, KITAS Investor, serta opsi untuk keluarga atau tanggungan. Masing-masing memiliki aturan tersendiri mengenai lama tinggal dan kegiatan yang diizinkan. Periksa izin tinggal Anda serta peraturan imigrasi Indonesia yang berlaku saat ini sebelum menandatangani kontrak sewa selama satu tahun.
Pengaturan tempat kerja Anda
Apakah Anda seorang pekerja jarak jauh yang mendapatkan penghasilan dari luar negeri? Seorang pendiri yang sedang membangun perusahaan lokal? Seorang karyawan, pensiunan, atau pasangan yang ikut pindah? Jawaban Anda akan memengaruhi baik jalur visa yang Anda tempuh maupun lingkungan tempat tinggal yang ideal bagi Anda. Seorang pekerja jarak jauh mungkin menginginkan koneksi internet cepat dan kafe di dekat tempat tinggalnya. Seorang pemilik usaha mungkin membutuhkan akses ke staf dan pemasok. Tentukan dulu situasi Anda.
Tingkat toleransi Anda terhadap lalu lintas
Inilah jebakan yang hampir selalu menjerat setiap pendatang baru: peta menunjukkan jarak dua kilometer, sehingga Anda mengira perjalanan akan memakan waktu lima menit. Pada kenyataannya, jalan yang sempit dan kemacetan pada jam-jam sibuk bisa mengubah perjalanan singkat dengan mobil atau skuter menjadi setengah jam. Cobalah menempuh rute tersebut pada waktu yang sama dengan saat Anda benar-benar akan bepergian. Di Bali, arus lalu lintas seringkali lebih berpengaruh daripada jarak.
Anggaran Anda
Biaya sewa bisa sangat bervariasi tergantung di mana Anda memilih untuk tinggal. Kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan mematok harga yang lebih tinggi, sementara desa-desa di pedalaman dan kawasan-kawasan yang sedang berkembang jauh lebih ramah di kantong. Tentukan dulu berapa anggaran bulanan yang Anda rasa nyaman, lalu gunakan kriteria itu untuk menyaring pilihan di peta sebelum Anda memutuskan berdasarkan perasaan.
Keluarga Anda membutuhkan
Bepergian bersama anak-anak mengubah seluruh pertimbangan. Anda perlu membandingkan sekolah internasional di Bali, klinik yang terpercaya, layanan penitipan anak, jalanan yang tenang, serta jarak tempuh ke sekolah yang sebenarnya. Sebuah kawasan yang cocok untuk pekerja jarak jauh yang tinggal sendirian mungkin justru membuat frustrasi sebuah keluarga beranggotakan empat orang.
Gaya hidup Anda
Akhirnya, bagian yang seru. Apakah kamu lebih suka berselancar saat fajar, yoga saat matahari terbenam, kehidupan malam yang meriah, pagi hari yang tenang di desa, atau akses cepat ke kota? Bali menawarkan semuanya, hanya saja tidak pernah dalam satu kilometer persegi yang sama. Mengetahui suasana yang kamu sukai akan mempermudah pemilihan dengan cepat.
Tempat-Tempat Terbaik untuk Tinggal di Bali bagi Para Nomad Digital

Jika Anda bekerja secara daring dan tidak terikat pada siapa pun kecuali sinyal Wi-Fi, ketiga perangkat ini harus menjadi pilihan utama Anda.
Canggu
Canggu merupakan pusat komunitas nomad digital di Bali. Di sini terdapat ruang kerja bersama, kafe yang ramah bagi pengguna laptop, pusat kebugaran, acara jejaring, spot selancar, dan kehidupan malam yang semarak. Berawa terkenal dengan restoran dan pusat kebugarannya, Batu Bolong memiliki kehidupan sosial yang paling ramai, sedangkan Echo Beach sangat strategis untuk akses ke spot selancar. Namun, ada trade-off dalam hal harga dan kemacetan. Sewa jangka panjang di sini seringkali lebih mahal, jalanan sering macet parah, dan kawasan ini selalu ramai. Pilih Canggu jika Anda mencari energi dan koneksi, tetapi bersiaplah untuk membayarnya dengan rupiah dan kesabaran.
Pererenan dan Seseh
Ingin menikmati keistimewaan Canggu tanpa keramaian yang berlebihan? Pererenan dan Seseh adalah kota-kota pantai yang lebih tenang, terletak tepat di sebelah utara Canggu. Keduanya tetap menawarkan akses ke kafe dan ruang kerja bersama, dengan lebih banyak area hijau dan suasana yang lebih santai. Namun, pembangunan dan harga properti di sana terus meningkat, sehingga keduanya tidak lagi menjadi alternatif yang terjangkau.
Ubud
Ubud mengganti selancar dengan sesuatu yang lebih mengarah ke dalam diri. Terletak di antara sawah terasering dan hutan, tempat ini menarik para seniman, pencari kesejahteraan, dan penggemar gaya hidup santai. Komunitas nomaden di sini berkembang pesat namun lebih tenang, terbentuk di sekitar studio yoga, kafe sehat, dan suasana ketenangan yang sesungguhnya. Kekurangannya jelas: tak ada pantai di depan pintu rumahmu. Jika hari kerja ideal Anda berakhir dengan berenang di laut, carilah tempat lain. Jika berakhir dengan berjalan-jalan melintasi sawah, mungkin Anda telah menemukan tempat yang tepat.
Tempat-Tempat Terbaik untuk Tinggal di Bali bagi Keluarga

Membesarkan anak di sini bisa berjalan dengan sangat baik jika berada di lingkungan yang tepat. Keempat tempat ini secara konsisten berhasil memenangkan kepercayaan para orang tua.
Sanur
Sanur merupakan salah satu kawasan di Bali yang paling ramah keluarga. Pantainya umumnya tenang, ritme kehidupannya lebih santai, dan jalur pesisirnya yang membentang sekitar tujuh kilometer sangat populer untuk berjalan kaki dan bersepeda. Keluarga juga memiliki akses ke sekolah, klinik, serta berbagai rumah sakit di Denpasar yang terletak tak jauh dari sana. Sanur terasa lebih seperti lingkungan perumahan yang tenang daripada kawasan pesta.
Umalas
Umalas terletak di antara Kerobokan, Canggu, dan Seminyak. Lokasinya memungkinkan keluarga untuk mengakses sekolah, restoran, dan layanan sehari-hari tanpa harus tinggal di jalan-jalan pantai yang paling ramai. Kawasan ini tetap bisa mengalami kemacetan lalu lintas, jadi sebaiknya coba dulu rute perjalanan ke sekolah dan tempat kerja sebelum Anda menyewa.
Jimbaran
Di kawasan Bukit, Jimbaran memadukan akses ke pantai dengan kenyamanan keluarga yang sesungguhnya. Anda berada dekat dengan bandara, dekat dengan teluk-teluk selatan yang lebih tenang, dan dikelilingi suasana yang lebih mirip kawasan pemukiman dibandingkan dengan kawasan wisata populer di bagian utara. Bagi para orang tua yang menginginkan pantai berpasir, hidangan laut, dan perjalanan yang lebih singkat menuju terminal keberangkatan, tempat ini merupakan pilihan yang sangat menarik.
Nusa Dua
Nusa Dua adalah pilihan yang terawat rapi dan ber pagar. Segala sesuatunya di sini terawat dengan baik, aman, dan tenang, sehingga menarik bagi keluarga yang menginginkan kepastian dan keamanan. Di sisi lain, tempat ini bisa terasa sedikit kaku dan kurang terhubung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Jika Anda lebih mengutamakan keteraturan daripada nuansa lokal, Anda akan merasa nyaman di sini.
Tempat-Tempat Terbaik untuk Tinggal di Bali bagi Para Pensiunan

Masa pensiun di Bali sangat cocok bagi mereka yang lebih mengutamakan kenyamanan dan kemudahan daripada hal-hal yang sedang tren.
Sanur
Sanur menduduki peringkat teratas dalam daftar destinasi bagi para pensiunan, dan hal ini tentu saja beralasan. Kota ini ramah pejalan kaki, sangat tenang, dan dekat dengan beberapa fasilitas kesehatan terbaik di pulau ini. Jalan setapak tepi pantai itu menjadi ritual harian, dan komunitas ekspatriat yang sudah mapan di sana memudahkan terjalinnya persahabatan. Untuk menghabiskan masa tua yang tenang dan dilengkapi layanan yang memadai, sulit menemukan tempat yang lebih baik dari ini.
Ubud
Jika impian masa pensiun Anda lebih condong ke arah budaya dan kontemplasi, Ubud adalah pilihan yang tepat. Seni, upacara adat, gaya hidup sehat, dan alam menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, dan ritme hidup yang lebih santai ini cocok bagi siapa pun yang ingin menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan yang serba cepat. Namun, perlu diingat bahwa rumah sakit dan pantai sama-sama berjarak satu perjalanan dengan mobil.
Nusa Dua
Nusa Dua menawarkan gaya hidup pensiun ala resor: aman, nyaman, dan terawat dengan baik. Jika Anda lebih suka membiarkan orang lain yang mengurus pemeliharaannya sementara Anda menikmati lingkungan yang tenang dan terawat rapi, kawasan tertutup ini sangat sesuai dengan kebutuhan Anda.
Tempat-Tempat Terbaik untuk Tinggal di Bali bagi Para Peselancar dan Pecinta Pantai

Suka berselancar? Arahkan langkahmu ke selatan dan barat.
Uluwatu, Pecatu, dan Semenanjung Bukit
Uluwatu dan Pecatu terletak di Semenanjung Bukit dan termasuk di antara kawasan terbaik di Bali bagi para peselancar serius. Di sini Anda akan menemukan pantai-pantai di tepi tebing, spot selancar terkenal, vila, pusat kebugaran, serta kafe-kafe yang semakin berkembang. Namun, ada satu hal yang perlu dipertimbangkan: jaraknya. Kegiatan sehari-hari, sekolah, dan rumah sakit besar mungkin memerlukan waktu tempuh yang lebih lama, sehingga kawasan ini cocok bagi mereka yang mengutamakan laut.
Bingin
Bingin adalah versi yang lebih kecil dan lebih akrab dari Uluwatu. Ombaknya luar biasa dan komunitasnya sangat kompak, namun akses ke puncak tebing yang curam membutuhkan waktu untuk terbiasa, dan harga-harga pun terus naik seiring semakin luasnya ketenaran tempat ini. Tempat ini cocok bagi para peselancar yang lebih mengutamakan keaslian daripada kemewahan.
Canggu
Canggu kembali masuk dalam daftar ini karena tempat ini memadukan ombak yang lumayan dengan suasana sosial yang tak tertandingi. Kamu bisa berselancar saat matahari terbit dan menjalin pergaulan menjelang siang. Namun, peringatannya tetap sama: bersiaplah menghadapi keramaian di laut maupun di jalan.
Tempat-Tempat Tenang Terbaik untuk Tinggal di Bali
Jika suasana di selatan terasa terlalu ramai, sudut-sudut pulau yang lebih tenang menanti Anda.
Amed
Di ujung pantai timur laut, Amed mengikuti irama pasang surut. Aktivitas menyelam di sini sangat menakjubkan, biayanya sangat terjangkau, dan jaraknya yang jauh dari hiruk-pikuk Bali Selatan justru menjadi daya tarik utamanya. Namun, perlu diingat bahwa jarak tersebut juga berarti fasilitas untuk ekspatriat lebih terbatas dan perjalanan ke bandara pun cukup jauh.
Tabanan
Tabanan menawarkan hamparan sawah yang tak berujung dan ruang terbuka luas, bukan pantai. Inilah pilihan pedesaan bagi siapa pun yang mendambakan ruang untuk bernapas lega serta kehidupan sehari-hari yang lebih santai dan lebih dekat dengan akar budaya, semuanya tetap mudah dijangkau dari pantai barat kapan pun Anda menginginkannya.
Lovina dan Bali Utara
Di bagian utara, Lovina menawarkan gaya hidup pesisir yang santai dengan harga yang lebih terjangkau, lengkap dengan pantai berpasir hitam dan perairan yang terkenal sebagai habitat lumba-lumba. Jumlah ekspatriat yang tinggal di sini lebih sedikit, sehingga fasilitasnya pun lebih terbatas, namun justru itulah yang menarik minat orang-orang yang mencari ketenangan sejati.
Pemain Pendukung
Untuk ketenangan yang paling mendalam, Sidemen adalah jawabannya. Dikelilingi pegunungan dan sawah terasering, tempat ini menyuguhkan alam dan budaya dalam bentuknya yang paling murni. Datanglah ke sini untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk, bukan untuk bersosialisasi.
Tabel Perbandingan Wilayah Bali
Berikut ini adalah perbandingan singkat mengenai kawasan-kawasan populer di Bali, mencakup Bali Selatan, Semenanjung Bukit, daerah pedalaman, serta kawasan-kawasan yang lebih tenang di Bali Utara. Kolom “Rent feel” menunjukkan kisaran harga secara umum, bukan penawaran harga pasti. Tarif dapat bervariasi tergantung musim, kondisi properti, lama sewa, serta apakah Anda memesan sewa vila langsung melalui pemilik atau melalui agen.
| Area | Terbaik untuk | Suasana sewa | Lalu Lintas | Ruang Kerja Bersama | Sekolah | Layanan Kesehatan | Kehidupan Malam | Kelemahan utama |
| Canggu | Para pengembara, para peselancar | Tinggi | Berat | Luar biasa | Bagus. | Bagus. | Semarak | Kerumunan dan kemacetan lalu lintas |
| Pererenan | Para pengembara yang mendambakan ketenangan | Tinggi | Sedang | Bagus. | Bagus. | Bagus. | Sedang | Kenaikan harga |
| Sanur | Keluarga, pensiunan | Pertengahan | Cahaya | Beberapa | Kuat | Kuat | Tenang | Kurang trendi |
| Ubud | Kesejahteraan, para kreator | Pertengahan | Sedang | Bagus. | Beberapa | Adil | Rendah | Tidak ada pantai di sekitar sini |
| Umalas | Keluarga | Pertengahan | Sedang | Beberapa | Bagus. | Bagus. | Rendah | Fitur unggulan yang lebih sedikit |
| Jimbaran | Keluarga | Pertengahan | Sedang | Sedikit | Adil | Adil | Rendah | Tata letak yang tersebar |
| Uluwatu | Para peselancar | Tinggi | Sedang | Beberapa | Sedikit | Adil | Sedang | Jauh dari kemudahan |
| Nusa Dua | Pensiunan, kelas atas | Tinggi | Cahaya | Sedikit | Adil | Bagus. | Rendah | Kurang terasa nuansa lokalnya |
| Seminyak | Gaya hidup mewah | Tinggi | Berat | Beberapa | Adil | Bagus. | Semarak | Ramai dan mahal |
| Amed | Kehidupan yang tenang | Rendah | Sangat ringan | Tidak ada | Tidak ada | Dasar | Tidak ada | Terisolasi |
| Tabanan | Kehidupan yang tenang | Rendah | Cahaya | Tidak ada | Sedikit | Dasar | Tidak ada | Layanan di daerah pedesaan |
| Denpasar | Akses ke kota | Rendah-Pertengahan | Berat | Beberapa | Bagus. | Kuat | Beberapa | Perkotaan, kurang indah |
Tempat Terbaik untuk Tinggal di Bali Berdasarkan Anggaran dan Biaya Hidup
Harga sewa bisa sangat bervariasi, jadi gunakan kategori-kategori ini sebagai acuan awal. Sewa jangka panjang biasanya lebih murah per bulan dibandingkan sewa jangka pendek, tetapi harga akhirnya bergantung pada musim, lokasi, kondisi properti, lama masa sewa, serta apakah Anda menyewa langsung dari pemilik atau melalui agen.
Daerah yang ramah anggaran
Ingin menghemat pengeluaran? Pertimbangkan Amed, Lovina, Denpasar, sebagian wilayah Gianyar, dan Tabanan. Di daerah-daerah ini, harga tempat tinggal tetap terjangkau sehingga Anda bisa hidup nyaman dengan anggaran yang jauh lebih sedikit, meskipun Anda harus mengorbankan kehidupan malam, bahan makanan impor, dan ketersediaan layanan untuk ekspatriat.
Wilayah kelas menengah
Untuk keseimbangan antara kenyamanan dan biaya, pertimbangkan Sanur, pinggiran Ubud, Jimbaran, Umalas, dan Pererenan. Anda akan mendapatkan fasilitas yang memadai dan gaya hidup yang menyenangkan tanpa harus membayar harga selangit.
Area premium
Jika anggaran bukan masalah, Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Nusa Dua menawarkan lokasi paling diminati di pulau ini, vila-vila mewah, serta suasana paling ramai. Anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk tinggal di kawasan tersebut.
Daerah-daerah di Bali yang Disesali oleh Beberapa Ekspatriat karena Telah Memilihnya
Tempat yang tidak cocok belum tentu buruk. Seringkali, itu justru tempat yang tepat bagi orang yang salah.
Canggu, kalau kamu benci kemacetan
Suasana di sini memang semarak, tapi kondisi jalan bisa membuatmu lelah jika harus terjebak di belakang skuter hingga hari liburmu jadi hancur.
Pusat Kota Ubud, jika Anda ingin pergi ke pantai
Daya tarik Ubud memang tak terbantahkan, namun tempat berselancar terdekat memang cukup jauh jaraknya. Para pecinta pantai mungkin merasa terisolasi dari pantai.
Seminyak, jika Anda ingin ketenangan
Seminyak menawarkan berbagai pilihan kuliner dan hiburan malam, namun ketenangan lebih sulit ditemukan di jalan-jalan terpadatnya.
Amed, jika kamu sering perlu pergi ke bandara
Lokasi Amed yang terpencil merupakan bagian dari daya tariknya, namun perjalanan panjang berulang kali dari bandara bisa membuat lelah.
Nusa Dua, jika Anda ingin merasakan suasana pedesaan yang kental
Suasana resornya yang mewah bisa terasa terpisah dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman yang mendalam.
Catatan Mengenai Visa Sebelum Anda Pindah ke Bali untuk Jangka Panjang
Di sinilah blog-blog gaya hidup biasanya tidak banyak membahas hal ini, dan di sinilah melakukan langkah yang tepat akan melindungi seluruh rencana Anda. Gunakan poin-poin di bawah ini sebagai panduan awal, lalu pastikan aturan terkini melalui saluran imigrasi resmi atau agen berlisensi, karena peraturan dan biaya sering berubah.
Visa turis bukanlah rencana tinggal jangka panjang
Visa kunjungan diperuntukkan bagi kegiatan kunjungan, bukan untuk menetap secara permanen. Menurut Imigrasi Indonesia, visa kunjungan C1 memungkinkan masa tinggal awal hingga 60 hari dan dapat diperpanjang beberapa kali hingga maksimal 180 hari. Sebagian besar pemohon tidak memerlukan penjamin, meskipun ada pengecualian. Pemegang visa C1 tidak diperbolehkan menjual barang atau jasa, maupun menerima gaji atau kompensasi serupa dari orang atau perusahaan di Indonesia. Pilihlah izin tinggal yang sesuai jika Anda berencana menetap di Bali dalam jangka panjang.
Bekerja dari jarak jauh tidak selalu berarti pekerjaan yang sah
Bekerja dari jarak jauh memerlukan landasan hukum yang tepat. Menurut Imigrasi Indonesia, Visa Pekerja Jarak Jauh E33G memungkinkan masa tinggal selama satu tahun untuk pekerjaan yang dilakukan bagi perusahaan yang berkedudukan di luar Indonesia. Pemohon harus menunjukkan gaji atau penghasilan tahunan minimal US$60.000 serta perjanjian kerja dengan perusahaan di luar negeri. Para pekerja lepas dan pemilik usaha disarankan untuk memeriksa jalur yang tepat dengan cermat karena kelayakan bergantung pada bagaimana pekerjaan tersebut disusun.
Keluarga perlu merencanakan masa depan tanggungan mereka sejak dini
Membawa pasangan atau anak-anak berarti ada dokumen tambahan yang perlu Anda persiapkan sejak dini. A KITAS Tanggungan atau mungkin diperlukan opsi penginapan berbasis keluarga lainnya, tergantung pada pemegang izin utama dan hubungan keluarga yang bersangkutan. Siapkan dokumen-dokumen tersebut sebelum kedatangan jika memungkinkan, karena proses penjaminan dan pengurusan memerlukan koordinasi.
Pemilik usaha mungkin memerlukan izin tinggal yang berbeda
Mendirikan atau berinvestasi dalam usaha milik asing di Indonesia mungkin memerlukan KITAS Investor atau izin lain yang sesuai dengan peran dan kegiatan Anda. Visa kunjungan atau visa pekerja jarak jauh tidak dapat menggantikan izin untuk menjalankan usaha lokal. Mintalah saran mengenai struktur perusahaan dan visa sebelum Anda memulai usaha.
Butuh bantuan untuk memilih rute yang tepat? Visa-Indonesia.com dapat meninjau rencana perjalanan, pekerjaan, dan keluarga Anda, serta memandu Anda langkah demi langkah dalam proses pengajuan visa.
Rencana Penjelajahan Bali Selama 7 Hari Sebelum Menyewa Jangka Panjang
Jangan pernah menandatangani perjanjian sewa tanpa melihat propertinya terlebih dahulu. Luangkan waktu seminggu untuk menjelajahi pulau itu terlebih dahulu. Berikut ini rute yang memungkinkan Anda menjelajahi beberapa pilihan utama tanpa membuat Anda kelelahan.
Hari ke-1 hingga ke-2: Canggu, Pererenan, dan Seseh
Mulailah dari jantung kawasan nomaden. Bekerja dari sebuah kafe, jelajahi gang-gang kecil, rasakan hiruk-pikuk lalu lintas pada jam sibuk, lalu lanjutkan perjalanan ke utara untuk merasakan betapa jauh lebih tenangnya suasana di Pererenan dan Seseh.
Hari ke-3: Umalas dan Seminyak
Jelajahi kawasan kelas menengah dan kawasan mewah yang berdekatan. Perhatikan bagaimana Umalas terasa seperti kawasan pemukiman, sementara Seminyak ramai dengan restoran dan toko-toko.
Hari ke-4: Sanur
Nikmati semuanya dengan santai. Jelajahi jalur pantai, lihat-lihat sekolah dan klinik di sana, lalu pertimbangkan apakah ritme kehidupan yang tenang ini cocok untukmu.
Hari ke-5: Ubud
Pergilah ke pedalaman untuk menikmati hutan, budaya, dan udara yang lebih sejuk. Coba rasakan apakah hidup jauh dari laut membuat Anda merasa segar atau justru gelisah.
Hari ke-6: Uluwatu dan Jimbaran
Pergilah ke selatan untuk menikmati tebing dan selancar, lalu kunjungi pantai-pantai di Jimbaran yang ramah keluarga dan lokasinya yang dekat dengan bandara.
Hari ke-7: Pilih beberapa opsi dan uji rute perjalanan Anda
Pilih dua atau tiga rute favoritmu, lalu tempuh rute-rute yang benar-benar akan kamu lalui setiap hari, pada jam-jam yang biasanya kamu tempuh. Kondisi lalu lintas yang sesungguhnya memberikan gambaran yang tidak bisa ditunjukkan oleh peta mana pun.
Pertanyaan yang Perlu Ditanyakan Sebelum Menandatangani Kontrak Sewa di Bali
Sebelum Anda membayar uang muka untuk sewa jangka panjang atau sewa vila, tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat melindungi Anda dari perjanjian sewa properti yang merugikan dan biaya tak terduga:
- Apakah internet sudah termasuk, dan seberapa cepat sebenarnya kecepatannya?
- Apakah ada sumber air cadangan jika pasokan air tidak dapat diandalkan?
- Siapa yang membayar tagihan listrik, dan kira-kira berapa biayanya?
- Apakah jalan tersebut bisa dilalui dengan mobil, atau hanya dengan skuter?
- Apakah daerah tersebut sering tergenang air saat musim hujan?
- Seberapa jauh jarak ke sekolah atau klinik terdekat jika dihitung berdasarkan kondisi lalu lintas yang sebenarnya, bukan perkiraan peta?
- Apakah perjanjian sewa tersebut telah diperiksa oleh notaris atau penasihat hukum sebelum Anda menandatanganinya?
Dapatkan jawaban yang jelas untuk ketujuh pertanyaan tersebut, dan Anda akan terhindar dari penyesalan yang paling sering dialami para ekspatriat.
Kesimpulan Akhir: Di Mana Sebaiknya Para Ekspatriat Tinggal di Bali?
Setelah mempertimbangkan kehidupan sehari-hari, fasilitas, lalu lintas, lingkungan sekitar, pantai, dan biaya, inilah pilihan-pilihan yang paling sesuai.
Sanur
Canggu atau Pererenan
Sanur atau Umalas
Ubud
Uluwatu
Amed atau Tabanan
Nusa Dua atau Seminyak
Coba dulu sebelum memutuskan
Pertanyaan Umum
Daerah mana yang paling cocok untuk ditinggali di Bali bagi para ekspatriat?
Tidak ada pilihan yang paling unggul secara mutlak. Sanur merupakan pilihan yang sangat baik secara keseluruhan bagi mereka yang mencari ketenangan, fasilitas, dan kehidupan keluarga. Canggu cocok bagi pekerja jarak jauh yang gemar bersosialisasi, Ubud cocok bagi penduduk yang mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan, sedangkan Uluwatu cocok bagi para peselancar.
Di mana kebanyakan orang asing tinggal di Bali?
Daerah-daerah yang populer di kalangan ekspatriat antara lain Canggu, Seminyak, Ubud, Sanur, Uluwatu, dan wilayah lain di Semenanjung Bukit. Pilihan yang tepat bergantung pada apakah Anda lebih mengutamakan kehidupan malam, sekolah, pantai, layanan kesehatan, atau kehidupan yang tenang.
Apakah Canggu masih cocok untuk ekspatriat?
Ya, terutama bagi pekerja jarak jauh yang menyukai ruang kerja bersama, kafe, selancar, dan kehidupan sosial yang ramai. Namun, kemacetan lalu lintas, keramaian, dan harga sewa yang tinggi membuatnya kurang cocok bagi orang-orang yang menginginkan ketenangan atau perjalanan sehari-hari yang nyaman.
Apakah Sanur lebih cocok untuk keluarga daripada Canggu?
Bagi banyak keluarga, Sanur merupakan pilihan yang lebih mudah. Tempat ini memiliki suasana yang lebih tenang, pantai-pantai yang ramah keluarga, akses ke sekolah dan klinik, serta rutinitas harian yang lebih mudah diatur dibandingkan dengan pusat Canggu. Pilihan yang lebih tepat tetap bergantung pada sekolah, lokasi kerja, dan anggaran Anda.
Apakah Ubud merupakan tempat yang cocok untuk tinggal dalam jangka panjang?
Ya, terutama jika Anda lebih mengutamakan budaya, kesehatan, alam, dan gaya hidup yang lebih santai daripada akses ke pantai. Cobalah periksa kondisi lalu lintas serta jarak ke sekolah, rumah sakit, dan tempat kerja sebelum menandatangani kontrak sewa jangka panjang.
Di mana tempat tinggal termurah di Bali?
Amed, Lovina, Tabanan, sebagian wilayah Gianyar, dan sebagian wilayah Denpasar seringkali lebih terjangkau daripada Canggu, Seminyak, atau Uluwatu. Harga tetap bervariasi tergantung musim, jenis properti, kondisi, dan lama sewa.
Di mana sebaiknya para pensiunan tinggal di Bali?
Sanur merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang tenang dan akses ke layanan kesehatan. Ubud cocok bagi para pensiunan yang menghargai budaya dan kesehatan, sedangkan Nusa Dua cocok bagi mereka yang lebih menyukai suasana yang lebih tenang dan bergaya resor.
Apakah warga negara asing boleh bekerja jarak jauh dari Bali?
Ya, tetapi mereka memerlukan visa yang sesuai dengan kegiatan mereka. Visa Pekerja Jarak Jauh E33G memungkinkan pemohon yang memenuhi syarat untuk tinggal selama satu tahun sambil bekerja untuk perusahaan di luar Indonesia. Pemohon harus menunjukkan gaji atau penghasilan tahunan minimal US$60.000 serta perjanjian kerja dengan perusahaan di luar negeri.
Apakah warga asing memerlukan visa untuk tinggal di Bali?
Ya. Jenis visa atau izin tinggal yang tepat bergantung pada lama dan tujuan tinggal. Pilihannya antara lain visa kunjungan, Visa Pekerja Jarak Jauh, KITAS Investor, KITAS berbasis keluarga, atau izin lain yang sesuai dengan kegiatan orang tersebut.
Apakah sebaiknya saya menyewa tempat tinggal di Bali sebelum menentukan lokasinya?
Ya. Mulailah dengan menyewa properti untuk jangka pendek dan coba tinggal di beberapa kawasan sebelum menandatangani kontrak sewa properti jangka panjang. Periksa kondisi lalu lintas, koneksi internet, risiko banjir, tingkat kebisingan, akses ke sekolah, dan fasilitas kesehatan terdekat dalam kondisi sehari-hari yang normal.
Siap Mengajukan atau Memperpanjang Visa Anda?
Biarkan spesialis visa kami menangani aplikasi Anda.


