Panduan Nomor Induk Berusaha Indonesia
Jika Anda berencana untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah landasan hukum Anda. NIB berfungsi sebagai identitas perusahaan Anda, izin impor, dan kunci akses ke sistem pemerintah, semuanya dalam satu nomor.
Banyak pengusaha menganggap prosesnya lambat dan rumit. Kenyataannya, dengan persiapan yang tepat, pendirian perusahaan secara penuh biasanya membutuhkan waktu 4-6 minggu, dan dalam beberapa kasus dapat disingkat menjadi 2-3 minggu. Panduan ini akan memandu Anda melalui proses yang tepat, mulai dari persetujuan nama hingga penerbitan NPWP dan NIB, sehingga Anda tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik sistem.
Sebelum kita membahas langkah-langkahnya, Anda perlu memahami apa yang sebenarnya diaktifkan oleh NIB setelah diterbitkan.
Fakta cepat yang dapat Anda percayai
Di bawah Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018, Sistem OSS akan menerbitkan NIB setelah Anda mendaftar dan melengkapi data yang diperlukan. NIB adalah nomor 13 digit dengan pengaman dan tanda tangan elektronik. NIB digunakan untuk mengakses izin usaha (izin usaha + jalur izin komersial/operasional), dan juga dapat berfungsi sebagai nomor identifikasi importir.r (API) dan akses pabean dalam konteks tertentu.
Itulah mengapa orang juga menyebutnya sebagai tanda daftar perusahaan atau tanda daftar perusahaan, karena ini adalah identitas utama yang menunjukkan bahwa bisnis tersebut diakui secara resmi dalam alur OSS.
Daftar Isi
Apa itu Nomor Induk Berusaha (NIB) di Indonesia?

The Nomor Induk Berusaha di Indonesia, secara resmi dikenal sebagai Nomor Induk Berusaha (NIB), adalah nomor identifikasi utama yang dikeluarkan untuk setiap bisnis yang terdaftar melalui pemerintah Sistem Online Single Submission (OSS). Sekali perusahaan meresmikan keberadaannya dengan mendapatkan nomor ini, ia menerima pengakuan hukum dari pemerintah Indonesia dan dapat dimulai menjalankan bisnis secara hukum.
Apa yang Dilakukan NIB
Ketika sebuah perusahaan memperoleh nomor registrasi di Indonesia, NIB secara otomatis berfungsi sebagai:
- Nomor identitas bisnis resmi perusahaan
- Angka Pengenal Impor (API) untuk bisnis yang terlibat dalam impor barang
- Registrasi akses pabean untuk interaksi dengan sistem pabean Indonesia
- Entri otomatis ke dalam basis data perizinan dan kepatuhan pemerintah
Integrasi ini menyederhanakan pelaksanaan aktivitas bisnis, sehingga perusahaan tidak perlu mengajukan beberapa pendaftaran secara terpisah.
Siapa yang Membutuhkan NIB?
The Nomor Induk Berusaha (NIB) diperlukan untuk hampir semua perusahaan yang beroperasi di Indonesia, termasuk:
- PT PMA (perusahaan milik asing)
- PT PMDN (perusahaan lokal)
- Bisnis perorangan atau kepemilikan perseorangan
- Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
- Kantor perwakilan dan entitas komersial tertentu
Tanpa NIB, bisnis tidak dapat dimulai secara legal menjalankan bisnis, mengajukan permohonan lisensi, membuka rekening bank perusahaan, mempekerjakan karyawan secara formal, atau melakukan pengaturan kegiatan bisnis.
Bagaimana NIB Sesuai dengan Sistem Perizinan di Indonesia
The nomor registrasi di Indonesia adalah langkah pertama dan paling penting dalam kerangka kerja perizinan berbasis risiko di negara ini. Setelah memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), izin tambahan mungkin diperlukan tergantung pada klasifikasi risiko perusahaan:
- Berisiko rendah: NIB saja biasanya sudah cukup untuk keperluan dasar operasi bisnis
- Risiko sedang: Membutuhkan Sertifikat Standar setelah NIB diterbitkan
- Berisiko tinggi: Membutuhkan perizinan penuh dan persetujuan peraturan sebelum melakukan kegiatan bisnis
Karena struktur ini, NIB bertindak sebagai pintu gerbang menuju kepatuhan terhadap peraturan dan operasi legal untuk semua perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
Dokumen yang diperlukan (apa yang harus Anda siapkan sebelum memulai)
Ini adalah bagian yang menghemat waktu. Jika dokumen Anda bersih, seluruh proses akan berjalan lebih lancar.
- Nama perusahaan yang diusulkan (untuk badan hukum) dan bukti persetujuan nama dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
- Akta Pendirian/Akta Pendirian Usaha (dan anggaran dasar/anggaran rumah tangga perusahaan Anda), disahkan oleh notaris
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) / nomor pokok wajib pajak (penting untuk kegiatan yang berhubungan dengan pajak)
- Data identitas penanggung jawab (untuk perorangan, NIK referensi OSS)
- Daftar yang jelas tentang kegiatan bisnis dan hak KBLI kode (tingkat risiko Anda bergantung pada hal ini)
- Rincian bisnis inti Anda (termasuk alamat bisnis, informasi kontak, dan informasi operasi dasar)
- Jika Anda mau mempekerjakan karyawan asing, siap untuk langkah-langkah rencana tenaga kerja asing (RPTKA ditangani melalui alur sistem)
Cara Mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB)

Jika Anda membentuk sebuah perusahaan (bukan hanya mendaftar sebagai individu), proses pendaftaran biasanya terlihat seperti ini:
Langkah 1: Kirimkan usulan nama perusahaan Anda untuk mendapatkan persetujuan.
Langkah pertama biasanya adalah persetujuan nama perusahaan melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal ini untuk memastikan bahwa nama perusahaan yang Anda ajukan unik dan dapat diterima.
Langkah 2: Siapkan Akta Pendirian dan sahkan.
Setelah persetujuan nama, Anda menyiapkan Akta Pendirian (termasuk Anggaran Dasar). Notaris membuat draf dan mengesahkannya. Ini adalah dokumen hukum utama yang mendukung status hukum perusahaan Anda.
Langkah 3: Dapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Anda.
NPWP sangat penting untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan pajak. NPWP juga terkait erat dengan langkah-langkah pendaftaran OSS, jadi jika Anda tidak memiliki NPWP, maka proses pendaftaran Anda akan terhambat.
Langkah 4: Buat akun OSS Anda dan ajukan permohonan NIB.
Setelah data inti Anda selesai, Anda menggunakan fitur pengajuan tunggal secara online OSS platform untuk mengirimkan aplikasi dan mendapatkan nomor identifikasi bisnis NIB. Di bawah kerangka kerja PP 24/2018, OSS menerbitkan NIB setelah data registrasi lengkap dan NPWP sudah ada.
Langkah 5: Selesaikan keluaran lisensi berdasarkan risiko.
Untuk risiko rendah, NIB mungkin cukup untuk mulai beroperasi. Untuk tingkat risiko lainnya, Anda mungkin memerlukan keluaran tambahan (seperti Sertifikat Standar) atau persetujuan lainnya, tergantung pada aktivitas dan sektor bisnis Anda.
Itulah keseluruhan proses dalam bahasa yang sederhana. Ini masih berupa dokumen, tetapi ini bukan misteri.
NIB vs NPWP vs “status hukum” (cara mudah untuk memisahkannya)
Banyak kebingungan yang muncul akibat mencampur tiga ID yang berbeda:
NIB (Nomor Induk Berusaha / Nomor Induk Berusaha).
Ini adalah nomor registrasi bisnis unik Anda di dalam sistem pengajuan tunggal online (OSS). Ini adalah nomor portal pemerintah yang diharapkan saat Anda berurusan dengan langkah-langkah perizinan, pembaruan, dan berbagai prosedur administratif.
NPWP (nomor pokok wajib pajak/nomor induk wajib pajak).
Ini adalah NPWP Anda. Ini penting untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan pajak di Indonesia. OSS bahkan menjelaskan bahwa jika Anda belum memiliki NPWP, proses OSS dapat membantu pemrosesan NPWP, karena NPWP terkait dengan pendaftaran.
Status hukum perusahaan (keberadaan hukum perusahaan Anda).
Untuk badan usaha formal seperti PT, eksistensi hukum dibangun melalui langkah-langkah pembentukan hukum: persetujuan nama perusahaan, akta pendirian yang diaktakan notaris (akta pendirian usaha), dan pengesahan yang dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Inilah yang mengubah perusahaan yang diusulkan menjadi perusahaan yang dibentuk secara hukum dengan “anggaran dasar” (anggaran rumah tangga) dan nama perusahaan resmi.
Jadi ya: NPWP dan alamat bisnis detail itu penting, tetapi mereka tidak menggantikan Anda nomor registrasi (NIB). Mereka bekerja bersama.
Mengapa NIB sangat penting (dan apa yang bisa salah tanpanya)

NIB berfungsi sebagai bukti bahwa sebuah bisnis diakui dalam alur perizinan negara, dan merupakan pusat interaksi dengan lembaga pemerintah Indonesia melalui OSS, karena NIB merupakan identitas yang digunakan untuk mengakses dan memenuhi persyaratan perizinan.
Dan ada risiko praktis jika Anda mengabaikannya. Panduan pendaftaran bisnis memperingatkan bahwa tanpa NIB yang valid, bisnis dapat menghadapi konsekuensi penegakan hukum yang serius selama inspeksi, termasuk dianggap tidak sah secara peraturan.
Untuk menjaga agar ini tetap akurat dan tidak menakutkan tanpa alasan: penegakan hukum sering kali muncul sebagai sanksi administratif, peringatan, penangguhan kegiatan, atau pencabutan/pembekuan akses perizinan, dan bukannya perusahaan yang secara ajaib “menghilang”. OSS bahkan menerbitkan panduan tentang pencatatan sanksi dan pencabutan dalam sistem, yang menandakan bahwa hal ini merupakan area kepatuhan yang aktif.
Jadi, pola pikir cerdas itu sederhana: mendaftarkan perusahaan untuk meresmikan bisnis. Ini melindungi operasi perusahaan Anda dan memudahkan Anda untuk bekerja sama dengan investor, klien, platform, dan lembaga pemerintah, baik lokal maupun asing.
Siap Mengajukan atau Memperpanjang Visa Anda?
Biarkan spesialis visa kami menangani aplikasi Anda.


