{"id":48462,"date":"2026-06-29T22:09:50","date_gmt":"2026-06-29T14:09:50","guid":{"rendered":"https:\/\/visa-indonesia.com\/?p=48462"},"modified":"2026-06-29T22:09:53","modified_gmt":"2026-06-29T14:09:53","slug":"panduan-visa-d1-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/visas-and-regulations\/indonesia-d1-visa-guide\/","title":{"rendered":"Visa D1 Indonesia: Biaya, Persyaratan, dan Aturan Tahun 2026"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Visa D1 Indonesia adalah sebuah <a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/visa-indonesia\/menerapkan-beberapa-izin-masuk-kembali\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/visa-indonesia\/apply-multiple-re-entry-permits\/\">visa kunjungan masuk berkali-kali<\/a> bagi para pelancong yang berencana kembali beberapa kali untuk tujuan wisata, kunjungan keluarga, transit, atau acara yang telah disetujui. Visa ini tersedia dengan masa berlaku satu tahun, dua tahun, atau lima tahun, dan memberikan izin tinggal awal hingga 60 hari setiap kali Anda masuk ke Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inti dari hal ini adalah bahwa masa berlaku visa dan lama tinggal bukanlah hal yang sama. Visa D1 berdurasi satu tahun memungkinkan Anda menggunakan visa tersebut untuk masuk kembali ke Indonesia selama tahun tersebut, tetapi tidak memungkinkan Anda untuk tinggal di Indonesia selama satu tahun berturut-turut. Setiap kedatangan menandai dimulainya periode tinggal yang baru, dan peraturan saat ini memungkinkan perpanjangan masa tinggal untuk satu kali kunjungan hingga maksimal 180 hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panduan ini akan memaparkan kepada Anda untuk siapa visa D1 paling cocok, berapa biayanya, dokumen apa saja yang Anda perlukan, bagaimana mekanisme sponsor dan perpanjangan visa, apa saja yang diperbolehkan Anda lakukan, serta kapan visa lain mungkin lebih sesuai dengan rencana Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"indonesia-d-1-visa-at-a-glance\">Sekilas tentang Visa D1 Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jenis entri:<\/strong> Masuk berkali-kali.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tujuan utama: <\/strong>Pariwisata, kunjungan keluarga atau teman, transit, serta mengikuti pertemuan, konvensi, program insentif, atau pameran yang telah disetujui<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Masa berlaku visa: <\/strong>Satu tahun, dua tahun, atau lima tahun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Masa tinggal awal setelah setiap kedatangan: <\/strong>Hingga 60 hari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lama menginap maksimum termasuk perpanjangan:<\/strong> Hingga 180 hari per kunjungan berdasarkan peraturan resmi yang berlaku saat ini<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya resmi pemerintah: Rp 4.000.000 untuk satu tahun, Rp 6.000.000 untuk dua tahun, atau Rp 11.000.000 untuk lima tahun<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sponsor untuk pendaftaran pertama:<\/strong> Biasanya tidak diwajibkan bagi pemegang paspor biasa, namun mungkin ada pengecualian berdasarkan kewarganegaraan<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menjadi sponsor untuk perpanjangan:<\/strong> Prosedur resmi menyatakan bahwa seorang sponsor mengajukan permohonan perpanjangan secara daring melalui akun terdaftar<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hak-hak di tempat kerja<\/strong>: Izin D1 tidak memberikan izin kepada Anda untuk bekerja atau menerima upah dari orang atau perusahaan Indonesia<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perpanjangan ke ITAS atau KITAS:<\/strong> Klasifikasi resmi D1 saat ini menyatakan bahwa hal tersebut tidak dapat dikonversi<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jangka waktu pemrosesan resmi:<\/strong> Lima hari kerja setelah pembayaran diterima, asalkan permohonan telah lengkap<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Terakhir diverifikasi: <\/strong>29 Juni 2026. Ketentuan dan biaya dapat berubah. Silakan periksa petunjuk resmi terbaru sebelum Anda mengajukan permohonan. Panduan ini berisi informasi umum dan bukan merupakan nasihat hukum.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><h2>Daftar Isi<\/h2><nav><ul><li><a href=\"#indonesia-d-1-visa-at-a-glance\">Sekilas tentang Visa D1 Indonesia<\/a><\/li><li><a href=\"#what-is-the-indonesia-d-1-visa\">Apa Itu Visa D1 Indonesia?<\/a><\/li><li><a href=\"#how-long-can-you-stay-with-a-d-1-visa\">Berapa Lama Anda Bisa Tinggal dengan Visa D1?<\/a><ul><li><a href=\"#your-first-stay-is-up-to-60-days\">Masa Menginap Pertama Anda Bisa Sampai 60 Hari<\/a><\/li><li><a href=\"#you-may-extend-one-visit-to-a-maximum-of-180-days\">Anda dapat memperpanjang satu kali kunjungan hingga maksimal 180 hari<\/a><\/li><li><a href=\"#what-happens-when-you-leave-indonesia\">Apa yang Terjadi Ketika Anda Meninggalkan Indonesia?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#what-can-you-do-with-a-d-1-visa\">Apa Saja yang Dapat Anda Lakukan dengan Visa D1?<\/a><\/li><li><a href=\"#what-can-you-not-do-with-a-d-1-visa\">Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan dengan Visa D1?<\/a><\/li><li><a href=\"#who-should-choose-the-d-1-visa\">Siapa yang Sebaiknya Memilih Visa D1?<\/a><ul><li><a href=\"#the-d-1-is-often-practical-for-frequent-visitors\">D1 Sering Kali Menjadi Pilihan yang Praktis bagi Pengunjung Setia<\/a><\/li><li><a href=\"#it-can-help-when-you-need-to-leave-and-return\">Hal Ini Dapat Membantu Saat Anda Harus Pergi dan Kembali<\/a><\/li><li><a href=\"#it-can-suit-people-who-split-their-year-between-countries\">Pilihan Ini Cocok untuk Orang-Orang yang Menghabiskan Waktu Sepanjang Tahun di Beberapa Negara<\/a><\/li><li><a href=\"#when-d-1-may-be-more-useful-than-repeated-c-1-applications\">Kapan D1 Bisa Lebih Berguna Dibandingkan Pengajuan C1 yang Berulang-ulang<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#indonesia-d-1-visa-requirements\">Persyaratan Visa D1 Indonesia<\/a><ul><li><a href=\"#passport\">Paspor<\/a><\/li><li><a href=\"#three-months-of-bank-statements\">Laporan Rekening Bank Selama Tiga Bulan<\/a><\/li><li><a href=\"#recent-photograph\">Foto Terbaru<\/a><\/li><li><a href=\"#cv\">CV<\/a><\/li><li><a href=\"#travel-itinerary\">Rencana Perjalanan<\/a><\/li><li><a href=\"#supporting-letter-invitation-or-family-proof\">Surat Rekomendasi, Undangan, atau Bukti Hubungan Keluarga<\/a><\/li><li><a href=\"#extra-rules-for-certain-nationalities\">Aturan Tambahan untuk Warga Negara Tertentu<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#do-you-need-a-sponsor-for-a-d-1-visa\">Apakah Anda Membutuhkan Sponsor untuk Visa D1?<\/a><\/li><li><a href=\"#how-to-apply-for-the-indonesia-d-1-visa\">Cara Mengajukan Permohonan Visa D1 Indonesia<\/a><ul><li><a href=\"#step-1-create-an-e-visa-account\">Langkah 1: Buat akun eVisa<\/a><\/li><li><a href=\"#step-2-choose-the-d-1-classification\">Langkah 2: Pilih klasifikasi D1<\/a><\/li><li><a href=\"#step-3-upload-the-required-documents\">Langkah 3: Unggah dokumen yang diperlukan<\/a><\/li><li><a href=\"#step-4-pay-the-application-fee\">Langkah 4: Bayar biaya pendaftaran<\/a><\/li><li><a href=\"#step-5-wait-for-verification\">Langkah 5: Tunggu proses verifikasi<\/a><\/li><li><a href=\"#step-6-check-the-approved-e-visa\">Langkah 6: Periksa eVisa yang telah disetujui<\/a><\/li><li><a href=\"#step-7-carry-a-printed-and-digital-copy\">Langkah 7: Bawalah salinan cetak dan digital<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#how-long-does-d-1-processing-take\">Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Pemrosesan D1?<\/a><\/li><li><a href=\"#can-you-extend-a-d-1-stay-in-indonesia\">Apakah Masa Tinggal D1 di Indonesia Dapat Diperpanjang?<\/a><\/li><li><a href=\"#can-you-convert-a-d-1-visa-to-kitas\">Apakah Visa D1 Dapat Diubah Menjadi KITAS?<\/a><\/li><li><a href=\"#frequently-asked-questions\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/a><ul><li><a href=\"#is-the-d-1-visa-a-tourist-visa\">Apakah visa D1 itu visa turis?<\/a><\/li><li><a href=\"#is-d-1-valid-for-multiple-entries\">Apakah visa D1 berlaku untuk masuk berkali-kali?<\/a><\/li><li><a href=\"#can-i-stay-in-indonesia-for-one-full-year-on-a-one-year-d-1\">Apakah saya bisa tinggal di Indonesia selama satu tahun penuh dengan visa D1 berdurasi satu tahun?<\/a><\/li><li><a href=\"#can-a-d-1-stay-be-extended-beyond-60-days\">Apakah masa tinggal D1 dapat diperpanjang melebihi 60 hari?<\/a><\/li><li><a href=\"#how-often-can-i-enter-indonesia\">Seberapa sering saya boleh masuk ke Indonesia?<\/a><\/li><li><a href=\"#do-i-need-a-sponsor\">Apakah saya memerlukan sponsor?<\/a><\/li><li><a href=\"#can-i-work-remotely-on-a-d-1\">Apakah saya bisa bekerja dari jarak jauh menggunakan D1?<\/a><\/li><li><a href=\"#can-i-convert-d-1-into-kitas\">Apakah saya bisa mengubah status D1 menjadi KITAS?<\/a><\/li><li><a href=\"#how-much-money-must-my-bank-statement-show\">Berapa jumlah uang yang harus tercantum dalam laporan rekening bank saya?<\/a><\/li><li><a href=\"#what-happens-if-i-overstay\">Apa yang akan terjadi jika saya tinggal melebihi batas waktu yang ditentukan?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#choose-the-visa-that-matches-your-real-travel-plan\">Pilihlah Visa yang Sesuai dengan Rencana Perjalanan Anda yang Sebenarnya<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"what-is-the-indonesia-d-1-visa\">Apa Itu Visa D1 Indonesia?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Visa D1 Indonesia adalah visa kunjungan masuk-keluar berkali-kali yang diperuntukkan bagi kegiatan pariwisata dan kegiatan kunjungan lain yang telah disetujui. Dengan kata lain, visa ini memungkinkan Anda menggunakan satu visa untuk beberapa kali perjalanan, sehingga Anda tidak perlu mengajukan permohonan visa baru setiap kali berangkat dan kembali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, ini bisa menjadi pilihan yang praktis jika Anda sering berkunjung ke Indonesia, baik untuk menjenguk keluarga, berlibur berulang kali, menghadiri pertemuan atau pameran yang telah disetujui sebagai peserta, atau bahkan memasukkan Indonesia ke dalam rencana perjalanan regional yang lebih panjang. Anda dapat memilih masa berlaku selama satu, dua, atau lima tahun; namun, setiap kedatangan tetap menghitung masa tinggalnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, meskipun visa D1 memungkinkan masuk berkali-kali, visa ini tetap merupakan visa kunjungan. Artinya, visa ini tidak memberikan hak kepada Anda untuk bekerja, <a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/tips-bali\/panduan-memulai-bisnis-di-bali\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/bali-tips\/start-business-in-bali-guide\/\">menjalankan usaha<\/a>, atau tinggal di Indonesia sebagai penduduk tetap. Oleh karena itu, jika tujuan utama Anda adalah bekerja, bekerja jarak jauh, berinvestasi, tinggal bersama keluarga, atau pensiun, visa atau izin tinggal lain mungkin lebih sesuai dengan rencana Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"how-long-can-you-stay-with-a-d-1-visa\">Berapa Lama Anda Bisa Tinggal dengan Visa D1?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa-1024x576.jpg\" alt=\"Wisatawan asing yang menggunakan kalender dan peta untuk merencanakan beberapa perjalanan ke Indonesia dengan visa D1.\" class=\"wp-image-48473\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa-300x169.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa-768x432.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa-18x10.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa-200x113.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa-64x36.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/planning-multiple-trips-with-indonesia-d1-visa.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masa tinggal Anda dengan visa D1 dihitung secara terpisah dari masa berlaku visa secara keseluruhan. Berikut ini penjelasan mengenai cara kerja masa tinggal awal, perpanjangan, keberangkatan, dan masuk kembali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"your-first-stay-is-up-to-60-days\">Masa Menginap Pertama Anda Bisa Sampai 60 Hari<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap kali Anda masuk ke Indonesia dengan visa D1 yang masih berlaku, Anda akan diberikan izin tinggal awal hingga 60 hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hitung lama tinggal Anda mulai dari tanggal Anda diizinkan masuk ke negara tersebut oleh pihak imigrasi. Jangan menghitungnya mulai dari hari Anda membeli visa atau hari visa tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Periksa rincian izin tinggal setelah setiap kedatangan. Kesalahan ketik, tanggal yang salah, atau tenggat waktu yang terlewat akan lebih mudah diperbaiki jika Anda menyadarinya sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"you-may-extend-one-visit-to-a-maximum-of-180-days\">Anda dapat memperpanjang satu kali kunjungan hingga maksimal 180 hari<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan informasi imigrasi terkini, masa tinggal dengan visa D1 dapat diperpanjang hingga total 180 hari untuk satu kali kunjungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini tidak terjadi dengan sendirinya. Anda harus mengajukan permohonan sebelum masa tinggal Anda saat ini berakhir, mengikuti langkah-langkah yang diperlukan, dan mendapatkan persetujuan. Permohonan perpanjangan diajukan secara daring oleh pihak penjamin. Pihak Imigrasi mungkin meminta Anda untuk menyelesaikan langkah-langkah tambahan, jadi ikuti petunjuk yang diberikan terkait permohonan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan menganggap pembayaran daring sebagai bukti bahwa prosesnya telah selesai. Ikuti setiap petunjuk hingga izin tinggal Anda yang telah diperbarui diterbitkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"what-happens-when-you-leave-indonesia\">Apa yang Terjadi Ketika Anda Meninggalkan Indonesia?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keluar dari Indonesia berarti masa tinggal yang terkait dengan kedatangan tersebut berakhir. Sebagai contoh, misalkan Anda masuk pada tanggal 1 Februari dan keluar pada tanggal 20 Februari. Anda tidak menyimpan sisa hari yang belum terpakai dari kunjungan tersebut dalam saldo terpisah. Masa tinggal tersebut berakhir saat Anda keluar. Visa D1 Anda sendiri tetap berlaku. Anda dapat menggunakannya kembali untuk kedatangan berikutnya sebelum tanggal kedaluwarsa visa.<\/p>\n\n\n\n<style>\n.vi-d1-validity {\n  --vi-navy: #083156;\n  --vi-yellow: #f9c90a;\n  --vi-light-blue: #eef5fa;\n  --vi-light-yellow: #fff9dc;\n  --vi-text: #243442;\n  --vi-border: #d8e3eb;\n\n  max-width: 1100px;\n  margin: 40px auto;\n  color: var(--vi-text);\n  line-height: 1.7;\n}\n\n\/* Main heading *\/\n.vi-d1-validity__header {\n  position: relative;\n  overflow: hidden;\n  padding: 34px;\n  margin-bottom: 24px;\n  background: var(--vi-navy);\n  border-radius: 16px;\n}\n\n.vi-d1-validity__header::after {\n  content: \"\";\n  position: absolute;\n  right: -45px;\n  bottom: -65px;\n  width: 180px;\n  height: 180px;\n  background: var(--vi-yellow);\n  border-radius: 50%;\n  opacity: 0.14;\n}\n\n.vi-d1-validity__header h2,\n.vi-d1-validity__header h2 * {\n  position: relative;\n  z-index: 1;\n  margin: 0 0 10px;\n  color: #ffffff !important;\n}\n\n.vi-d1-validity__header p {\n  position: relative;\n  z-index: 1;\n  max-width: 720px;\n  margin: 0;\n  color: #ffffff !important;\n}\n\n\/* Validity vs length of stay *\/\n.vi-d1-validity__comparison {\n  display: grid;\n  grid-template-columns: repeat(2, minmax(0, 1fr));\n  gap: 18px;\n  margin-bottom: 28px;\n}\n\n.vi-d1-validity__definition {\n  padding: 25px;\n  background: #ffffff;\n  border: 1px solid var(--vi-border);\n  border-radius: 14px;\n  box-shadow: 0 8px 25px rgba(8, 49, 86, 0.07);\n}\n\n.vi-d1-validity__definition:first-child {\n  border-top: 5px solid var(--vi-navy);\n}\n\n.vi-d1-validity__definition:last-child {\n  border-top: 5px solid var(--vi-yellow);\n}\n\n.vi-d1-validity__label {\n  display: inline-block;\n  padding: 5px 11px;\n  margin-bottom: 12px;\n  color: var(--vi-navy);\n  background: var(--vi-yellow);\n  border-radius: 50px;\n  font-weight: 700;\n  line-height: 1.3;\n}\n\n.vi-d1-validity__definition p {\n  margin: 0;\n}\n\n\/* Visa options *\/\n.vi-d1-validity__cards {\n  display: grid;\n  grid-template-columns: repeat(3, minmax(0, 1fr));\n  gap: 18px;\n  margin-bottom: 30px;\n}\n\n.vi-d1-validity__card {\n  position: relative;\n  overflow: hidden;\n  padding: 26px;\n  background: #ffffff;\n  border: 1px solid var(--vi-border);\n  border-radius: 14px;\n  box-shadow: 0 8px 25px rgba(8, 49, 86, 0.06);\n}\n\n.vi-d1-validity__card::before {\n  content: \"\";\n  position: absolute;\n  top: 0;\n  left: 0;\n  width: 100%;\n  height: 5px;\n  background: var(--vi-yellow);\n}\n\n.vi-d1-validity__card h3,\n.vi-d1-validity__card h3 * {\n  margin: 0 0 14px;\n  color: var(--vi-navy) !important;\n}\n\n.vi-d1-validity__card p {\n  margin: 0 0 14px;\n}\n\n.vi-d1-validity__card p:last-child {\n  margin-bottom: 0;\n}\n\n.vi-d1-validity__card-highlight {\n  padding: 14px 16px;\n  background: var(--vi-light-blue);\n  border-left: 4px solid var(--vi-navy);\n  border-radius: 0 8px 8px 0;\n}\n\n\/* Process section *\/\n.vi-d1-validity__process {\n  padding: 28px;\n  background: var(--vi-light-yellow);\n  border: 1px solid rgba(249, 201, 10, 0.55);\n  border-radius: 16px;\n}\n\n.vi-d1-validity__process-title {\n  margin: 0 0 18px;\n  color: var(--vi-navy);\n  font-weight: 700;\n}\n\n.vi-d1-validity__steps {\n  display: flex;\n  flex-wrap: wrap;\n  align-items: center;\n  gap: 10px;\n  margin: 0;\n  padding: 0;\n  list-style: none;\n}\n\n.vi-d1-validity__step {\n  display: flex;\n  align-items: center;\n  gap: 10px;\n}\n\n.vi-d1-validity__step-box {\n  padding: 10px 14px;\n  color: var(--vi-navy);\n  background: #ffffff;\n  border: 1px solid rgba(8, 49, 86, 0.18);\n  border-radius: 8px;\n  font-weight: 600;\n  box-shadow: 0 4px 12px rgba(8, 49, 86, 0.05);\n}\n\n.vi-d1-validity__arrow {\n  color: var(--vi-navy);\n  font-weight: 700;\n}\n\n@media (max-width: 850px) {\n  .vi-d1-validity__cards {\n    grid-template-columns: 1fr;\n  }\n}\n\n@media (max-width: 650px) {\n  .vi-d1-validity {\n    margin: 28px auto;\n  }\n\n  .vi-d1-validity__header {\n    padding: 26px 22px;\n  }\n\n  .vi-d1-validity__comparison {\n    grid-template-columns: 1fr;\n  }\n\n  .vi-d1-validity__card,\n  .vi-d1-validity__definition,\n  .vi-d1-validity__process {\n    padding: 22px;\n  }\n\n  .vi-d1-validity__steps {\n    display: grid;\n    gap: 8px;\n  }\n\n  .vi-d1-validity__step {\n    display: grid;\n    gap: 8px;\n  }\n\n  .vi-d1-validity__arrow {\n    text-align: center;\n    transform: rotate(90deg);\n  }\n}\n<\/style>\n\n<section class=\"vi-d1-validity\">\n\n  <div class=\"vi-d1-validity__header\">\n    <h2 style=\"color: #ffffff !important; -webkit-text-fill-color: #ffffff !important;\">Masa Berlaku Visa D1 vs. Lama Tinggal<\/h2>\n    <p><strong>Ini adalah gagasan terpenting di seluruh panduan ini.<\/strong><\/p>\n  <\/div>\n\n  <div class=\"vi-d1-validity__comparison\">\n\n    <div class=\"vi-d1-validity__definition\">\n      <span class=\"vi-d1-validity__label\">Masa berlaku visa<\/span>\n      <p>\n        Masa berlaku visa adalah jangka waktu di mana Anda dapat menggunakan visa tersebut untuk masuk ke\nIndonesia. Untuk visa D1, masa berlaku tersebut dimulai pada tanggal\nvisa tersebut diterbitkan.\n      <\/p>\n    <\/div>\n\n    <div class=\"vi-d1-validity__definition\">\n      <span class=\"vi-d1-validity__label\">Lama tinggal<\/span>\n      <p>\n        Lama tinggal adalah jangka waktu yang diperbolehkan bagi Anda untuk tinggal di Indonesia setelah\nmasuk ke negara ini pada suatu waktu tertentu.\n      <\/p>\n    <\/div>\n\n  <\/div>\n\n  <div class=\"vi-d1-validity__cards\">\n\n    <article class=\"vi-d1-validity__card\">\n      <h3>Visa D1 Berdurasi Satu Tahun<\/h3>\n\n      <p>\n        Visa D1 berdurasi satu tahun memungkinkan Anda untuk masuk kembali ke Indonesia selama masa\nberlakunya yang satu tahun tersebut. Visa ini tidak memberikan izin tinggal selama satu tahun berturut-turut di Indonesia.\n      <\/p>\n\n      <p class=\"vi-d1-validity__card-highlight\">\n        Opsi ini mungkin cocok bagi Anda yang berencana melakukan dua kali perjalanan atau lebih dalam\n12 bulan ke depan, namun tidak ingin terikat dalam jangka waktu yang lebih lama.\n      <\/p>\n    <\/article>\n\n    <article class=\"vi-d1-validity__card\">\n      <h3>Visa D1 Berdurasi Dua Tahun<\/h3>\n\n      <p>\n        Visa dua tahun memberi Anda jangka waktu masuk yang lebih lama. Hal ini bisa berguna\njika Indonesia menjadi bagian dari pola perjalanan rutin Anda, seperti kunjungan\nberulang ke keluarga atau tinggal musiman.\n      <\/p>\n\n      <p class=\"vi-d1-validity__card-highlight\">\n        Anda tetap mendapatkan masa tinggal terpisah setelah setiap kedatangan.\nKetentuan dua tahun tersebut tidak menggantikan aturan masa tinggal awal selama 60 hari.\n      <\/p>\n    <\/article>\n\n    <article class=\"vi-d1-validity__card\">\n      <h3>Visa D1 Berjangka Waktu Lima Tahun<\/h3>\n\n      <p>\n        Program D1 lima tahun menawarkan masa berlaku terpanjang dan biaya resmi\ntertinggi.\n      <\/p>\n\n      <p>\n        Hal ini mungkin cocok bagi para pengunjung yang sering datang dan ingin menghindari keharusan\nmengajukan permohonan visa baru setiap tahun.\n      <\/p>\n\n      <p class=\"vi-d1-validity__card-highlight\">\n        Masa berlaku lima tahun tidak berarti tinggal tanpa henti\nselama lima tahun. Anda harus mencatat setiap kedatangan, setiap izin tinggal, dan setiap\nperpanjangan.\n      <\/p>\n    <\/article>\n\n  <\/div>\n\n  <div class=\"vi-d1-validity__process\">\n    <p class=\"vi-d1-validity__process-title\">\n      Salah satu cara yang berguna untuk membayangkan proses tersebut:\n    <\/p>\n\n    <ol class=\"vi-d1-validity__steps\">\n      <li class=\"vi-d1-validity__step\">\n        <span class=\"vi-d1-validity__step-box\">Visa telah diterbitkan<\/span>\n        <span class=\"vi-d1-validity__arrow\" aria-hidden=\"true\">\u2192<\/span>\n      <\/li>\n\n      <li class=\"vi-d1-validity__step\">\n        <span class=\"vi-d1-validity__step-box\">Masuk ke Indonesia<\/span>\n        <span class=\"vi-d1-validity__arrow\" aria-hidden=\"true\">\u2192<\/span>\n      <\/li>\n\n      <li class=\"vi-d1-validity__step\">\n        <span class=\"vi-d1-validity__step-box\">Dapatkan hingga 60 hari<\/span>\n        <span class=\"vi-d1-validity__arrow\" aria-hidden=\"true\">\u2192<\/span>\n      <\/li>\n\n      <li class=\"vi-d1-validity__step\">\n        <span class=\"vi-d1-validity__step-box\">Memperpanjang atau keluar<\/span>\n        <span class=\"vi-d1-validity__arrow\" aria-hidden=\"true\">\u2192<\/span>\n      <\/li>\n\n      <li class=\"vi-d1-validity__step\">\n        <span class=\"vi-d1-validity__step-box\">\n          Masuk kembali selama visa masih berlaku\n        <\/span>\n        <span class=\"vi-d1-validity__arrow\" aria-hidden=\"true\">\u2192<\/span>\n      <\/li>\n\n      <li class=\"vi-d1-validity__step\">\n        <span class=\"vi-d1-validity__step-box\">Mendapatkan masa tinggal baru<\/span>\n      <\/li>\n    <\/ol>\n  <\/div>\n\n<\/section>\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"what-can-you-do-with-a-d-1-visa\">Apa Saja yang Dapat Anda Lakukan dengan Visa D1?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">D1 mengizinkan kegiatan pengunjung yang telah disetujui. Kegiatan tersebut antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u2022Bepergian untuk tujuan wisata.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Mengunjungi teman atau keluarga.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Berpartisipasi dalam rapat sebagai peserta.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Mengikuti perjalanan insentif.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Menghadiri konvensi atau pameran sebagai peserta.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Melintasi Indonesia sebagai transit.<\/li>\n\n\n\n<li>Kegiatan Anda yang sebenarnya harus sesuai dengan alasan yang tercantum dalam permohonan Anda.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, menghadiri pameran dagang umum sebagai pengunjung berbeda dengan bekerja di stan, menjual jasa, atau menerima gaji dari perusahaan Indonesia. Ketika suatu kegiatan mulai terlihat seperti pekerjaan, promosi, penjualan, atau produksi, Anda mungkin memerlukan visa lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"what-can-you-not-do-with-a-d-1-visa\">Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan dengan Visa D1?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Visa D1 tidak mengizinkan Anda untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u2022Bekerja sebagai karyawan tetap di Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Menjual barang atau jasa di Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Menerima upah atau imbalan serupa dari orang atau perusahaan Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Melakukan kegiatan di luar tujuan kunjungan yang telah disetujui.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Tetap tinggal melebihi tanggal yang tertera pada izin tinggal Anda saat ini.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berhati-hatilah dengan proyek-proyek promosi. Jangan berasumsi bahwa suatu kegiatan diperbolehkan hanya karena Anda tidak dibayar. Kolaborasi merek, konten influencer, dan kegiatan komersial lainnya mungkin memerlukan jenis visa yang berbeda, tergantung pada apa yang Anda lakukan dan siapa yang diuntungkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">D1 adalah visa kunjungan pariwisata, bukan sebuah <a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/layanan\/visa-digital-nomaden-indonesia\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/service\/digital-nomad-visa-indonesia\/\">visa pekerja jarak jauh<\/a>. Jika Anda berencana bekerja secara daring selama tinggal di Indonesia, mintalah saran yang disesuaikan dengan perusahaan tempat Anda bekerja, sumber penghasilan, jenis kegiatan, dan lama tinggal yang direncanakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"who-should-choose-the-d-1-visa\">Siapa yang Sebaiknya Memilih Visa D1?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa-1024x576.jpg\" alt=\"Wisatawan asing yang menghadiri pameran budaya Indonesia sebagai kegiatan yang diizinkan berdasarkan visa D1.\" class=\"wp-image-48474\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa-300x169.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa-768x432.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa-18x10.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa-200x113.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa-64x36.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/approved-activities-indonesia-multiple-entry-d1-visa.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paket D1 paling cocok bagi mereka yang rencana perjalanannya mencakup beberapa kali kunjungan ke Indonesia. Contoh-contoh di bawah ini dapat membantu Anda menentukan apakah paket ini sesuai dengan jadwal Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"the-d-1-is-often-practical-for-frequent-visitors\">D1 Sering Kali Menjadi Pilihan yang Praktis bagi Pengunjung Setia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda mungkin cocok untuk opsi ini jika berencana masuk ke Indonesia beberapa kali selama masa berlaku visa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan pasangan Anda tinggal di Indonesia, tetapi Anda tetap bekerja dan memiliki tempat tinggal di luar negeri. Anda berkunjung selama beberapa minggu, kemudian berangkat untuk bekerja, lalu kembali lagi. Visa masuk ganda dapat mengurangi kebutuhan untuk mengajukan permohonan baru setiap kali bepergian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"it-can-help-when-you-need-to-leave-and-return\">Hal Ini Dapat Membantu Saat Anda Harus Pergi dan Kembali<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rencana perjalanan tidak selalu berjalan mulus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin Anda berencana menghabiskan empat bulan di Indonesia, tetapi harus menghadiri sebuah pernikahan di Singapura di tengah-tengah perjalanan tersebut. Dengan visa masuk tunggal, keluar dari Indonesia dapat membuat visa tersebut tidak berlaku lagi. Dengan visa D1 yang masih berlaku, Anda dapat keluar dari Indonesia dan kemudian menggunakan visa yang sama untuk mengajukan permohonan masuk kembali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"it-can-suit-people-who-split-their-year-between-countries\">Pilihan Ini Cocok untuk Orang-Orang yang Menghabiskan Waktu Sepanjang Tahun di Beberapa Negara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa wisatawan menghabiskan sebagian tahun di dekat keluarga mereka di Indonesia dan sisanya di negara asal mereka. Yang lain kembali pada musim yang sama setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk pola ini, D1 bisa jadi lebih mudah daripada pengajuan satu kali yang berulang-ulang. Keuntungannya berasal dari pemanfaatan kembali, bukan dari masa tinggal yang lebih lama tanpa putus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"when-d-1-may-be-more-useful-than-repeated-c-1-applications\">Kapan D1 Bisa Lebih Berguna Dibandingkan Pengajuan C1 yang Berulang-ulang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Visa C1 adalah visa kunjungan sekali masuk. Visa ini mungkin lebih cocok untuk satu perjalanan yang telah direncanakan, terutama jika Anda tidak berencana untuk keluar dari negara tujuan dan kembali lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paket D1 bisa jadi lebih praktis jika kebutuhan utamanya adalah pengajuan berulang. Biayanya memang lebih mahal di awal, tetapi Anda bisa menghemat waktu pada pengajuan-pengajuan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan hanya membandingkan harganya saja. Bandingkan rencana perjalanan Anda secara keseluruhan, termasuk seberapa sering Anda akan masuk ke negara tersebut, berapa lama setiap kunjungan mungkin berlangsung, dan apakah Anda mungkin memerlukan izin tinggal di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"indonesia-d-1-visa-requirements\">Persyaratan Visa D1 Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia-1024x576.jpg\" alt=\"Seorang konsultan visa Indonesia sedang membantu seorang wisatawan asing memeriksa permohonan visa D1 di laptop.\" class=\"wp-image-48475\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia-300x169.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia-768x432.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia-18x10.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia-200x113.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia-64x36.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/d1-multiple-entry-visa-application-indonesia.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapkan berkas yang jelas dan mudah dibaca. Permohonan yang lengkap lebih mudah ditinjau dan kecil kemungkinannya mengalami penundaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"passport\">Paspor<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paspor Anda harus masih berlaku setidaknya selama enam bulan. Dokumen perjalanan khusus atau ketentuan kewarganegaraan tertentu mungkin menimbulkan persyaratan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan halaman identitas terisi dengan jelas dan lengkap. Nama, nomor paspor, kewarganegaraan, dan tanggal lahir Anda harus sama persis dengan yang tercantum dalam formulir permohonan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"three-months-of-bank-statements\">Laporan Rekening Bank Selama Tiga Bulan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda memerlukan salinan laporan rekening bank selama tiga bulan terakhir. Persyaratan resmi mensyaratkan bukti kepemilikan dana minimal USD 2.000 atau jumlah yang setara dalam mata uang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan tangkapan layar yang menampilkan nama Anda, rincian rekening, tanggal, dan saldo. Hindari tangkapan layar yang dipotong sehingga ada informasi yang hilang, kecuali jika sistem aplikasi secara jelas mengizinkannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"recent-photograph\">Foto Terbaru<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kirimkan foto terbaru yang memenuhi ketentuan ukuran dan latar belakang yang tercantum di portal pendaftaran. Gunakan gambar yang jelas tanpa filter, bayangan, atau pengeditan yang berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"cv\">CV<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CV Anda memberikan gambaran umum kepada pihak imigrasi mengenai riwayat pekerjaan dan latar belakang pribadi Anda. Pastikan CV Anda selalu diperbarui, sederhana, dan jujur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"travel-itinerary\">Rencana Perjalanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rencana perjalanan Anda sebaiknya menjelaskan perjalanan yang direncanakan dengan jelas. Cantumkan tanggal yang direncanakan, lokasi, dan tujuan umum dari kunjungan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda tidak perlu menyusunnya menjadi jadwal yang terperinci per menit. Jadwal tersebut sebaiknya cukup rinci untuk menunjukkan bahwa perjalanan tersebut sesuai dengan tujuan D1.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"supporting-letter-invitation-or-family-proof\">Surat Rekomendasi, Undangan, atau Bukti Hubungan Keluarga<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa permohonan mungkin memerlukan bukti tambahan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u2022Sebuah surat mengenai kunjungan tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Undangan atau surat-menyurat lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Bukti hubungan keluarga.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022Dokumen yang terkait dengan rapat, konvensi, atau pameran.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Barang yang diperlukan bergantung pada tujuan perjalanan Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"extra-rules-for-certain-nationalities\">Aturan Tambahan untuk Warga Negara Tertentu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa pemegang paspor mungkin harus menjalani pemeriksaan tambahan, memenuhi persyaratan penjamin, atau mendapatkan persetujuan khusus. Jangan berasumsi bahwa aturan umum yang tidak mewajibkan penjamin berlaku untuk semua kewarganegaraan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan Anda memenuhi syarat sebelum melakukan pembayaran. Aturan yang berlaku untuk teman Anda mungkin tidak berlaku untuk paspor Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"do-you-need-a-sponsor-for-a-d-1-visa\">Apakah Anda Membutuhkan Sponsor untuk Visa D1?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk permohonan pertama, sebagian besar pemegang paspor biasa tidak memerlukan penjamin berdasarkan aturan umum D1.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, ada pengecualian yang mungkin berlaku. Kewarganegaraan Anda, jenis paspor, atau kegiatan yang akan Anda lakukan dapat memengaruhi persyaratan yang harus Anda penuhi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses perpanjangan ini berbeda. Informasi resmi terkini menyebutkan bahwa <a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/layanan\/perpanjangan-visa-masuk-ganda-turis-bali-indonesia\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/service\/tourist-multiple-entry-visa-extension-bali-indonesia\/\">Perpanjangan D1<\/a> Permohonan diajukan secara daring oleh penjamin melalui akun terdaftar. Artinya, seorang pelancong yang pada awalnya mengajukan permohonan sendiri mungkin masih memerlukan bantuan penjamin di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan itulah yang menjelaskan mengapa saran-saran di internet sering terdengar tidak konsisten. Ada yang membahas permohonan visa pertama, sementara yang lain membahas perpanjangan visa di dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<style>\n\/* =========================\n   Indonesia D1 Visa Cost\n   ========================= *\/\n\n.d1-cost-section {\n  margin: 32px 0;\n  color: #222222;\n  line-height: 1.7;\n}\n\n\/* Keep the informational section simple *\/\n.d1-cost-section .d1-intro {\n  margin-bottom: 18px;\n}\n\n.d1-cost-section .d1-fee-list {\n  margin: 18px 0 22px;\n  padding-left: 22px;\n}\n\n.d1-cost-section .d1-fee-list li {\n  margin-bottom: 8px;\n}\n\n.d1-cost-section .d1-transition {\n  margin-bottom: 28px;\n}\n\n\/* Promotional section *\/\n.d1-service-box {\n  position: relative;\n  overflow: hidden;\n  margin-top: 30px;\n  border: 1px solid #dfe5ea;\n  border-radius: 18px;\n  background: #ffffff;\n  box-shadow: 0 12px 35px rgba(8, 49, 86, 0.1);\n}\n\n.d1-service-header {\n  padding: 30px;\n  background: #083156 !important;\n  color: #ffffff !important;\n}\n\n.d1-service-header h3,\n.d1-service-header p,\n.d1-service-header strong,\n.d1-service-header span {\n  color: #ffffff !important;\n}\n\n.d1-service-header h3 {\n  margin: 0 0 12px;\n}\n\n.d1-service-header p {\n  margin: 0;\n  opacity: 0.94;\n}\n\n.d1-service-label {\n  display: inline-block;\n  margin-bottom: 14px;\n  padding: 6px 11px;\n  border-radius: 999px;\n  background: #f9c90a;\n  color: #083156 !important;\n  font-size: 12px;\n  font-weight: 700;\n  line-height: 1.2;\n  letter-spacing: 0.04em;\n  text-transform: uppercase;\n}\n\n.d1-service-content {\n  padding: 30px;\n}\n\n.d1-service-content p:first-child {\n  margin-top: 0;\n}\n\n.d1-service-benefits {\n  display: grid;\n  grid-template-columns: repeat(2, minmax(0, 1fr));\n  gap: 14px;\n  margin: 24px 0;\n  padding: 0;\n  list-style: none;\n}\n\n.d1-service-benefits li {\n  position: relative;\n  margin: 0;\n  padding: 16px 16px 16px 46px;\n  border: 1px solid #e2e7ec;\n  border-radius: 12px;\n  background: #f7f9fb;\n  color: #222222;\n}\n\n.d1-service-benefits li::before {\n  content: \"\u2713\";\n  position: absolute;\n  top: 16px;\n  left: 16px;\n  display: flex;\n  align-items: center;\n  justify-content: center;\n  width: 21px;\n  height: 21px;\n  border-radius: 50%;\n  background: #f9c90a;\n  color: #083156;\n  font-size: 13px;\n  font-weight: 800;\n}\n\n.d1-transparency-note {\n  margin-top: 24px;\n  padding: 18px 20px;\n  border-left: 4px solid #f9c90a;\n  border-radius: 0 10px 10px 0;\n  background: #fff9dc;\n}\n\n.d1-transparency-note p {\n  margin: 0;\n}\n\n.d1-service-cta {\n  display: flex;\n  flex-wrap: wrap;\n  align-items: center;\n  gap: 14px;\n  margin-top: 24px;\n}\n\n.d1-service-button {\n  display: inline-block;\n  padding: 13px 22px;\n  border: 2px solid #f9c90a;\n  border-radius: 8px;\n  background: #f9c90a;\n  color: #083156 !important;\n  font-weight: 700;\n  line-height: 1.3;\n  text-decoration: none !important;\n  transition: transform 0.2s ease, background 0.2s ease;\n}\n\n.d1-service-button:hover {\n  background: #ffffff;\n  color: #083156 !important;\n  transform: translateY(-2px);\n}\n\n.d1-service-cta-text {\n  margin: 0;\n  color: #4f5963;\n}\n\n\/* Mobile *\/\n@media (max-width: 700px) {\n  .d1-service-header,\n  .d1-service-content {\n    padding: 22px;\n  }\n\n  .d1-service-benefits {\n    grid-template-columns: 1fr;\n  }\n\n  .d1-service-button {\n    width: 100%;\n    text-align: center;\n  }\n}\n<\/style>\n\n<section class=\"d1-cost-section\">\n\n  <h2>Berapa Biaya Visa D1 Indonesia?<\/h2>\n\n  <div class=\"d1-intro\">\n    <p>\n      Biaya visa D1 Indonesia terutama bergantung pada berapa lama Anda ingin\nvisa tersebut tetap berlaku. Jika Anda mengajukan permohonan secara langsung melalui\nsistem imigrasi resmi, biaya yang dikenakan pemerintah adalah:\n    <\/p>\n  <\/div>\n\n  <ul class=\"d1-fee-list\">\n    <li><strong>Visa D1 berdurasi satu tahun:<\/strong> 4.000.000 IDR<\/li>\n    <li><strong>Visa D1 berdurasi dua tahun:<\/strong> 6.000.000 IDR<\/li>\n    <li><strong>Visa D1 berdurasi lima tahun:<\/strong> IDR 11.000.000<\/li>\n  <\/ul>\n\n  <div class=\"d1-transition\">\n    <p>\n      Namun, biaya-biaya ini hanya mencakup proses permohonan visa dan\nverifikasi oleh pemerintah. Biaya tersebut tidak mencakup bantuan dalam memilih\nmasa berlaku yang paling sesuai, memeriksa dokumen Anda, menyiapkan permohonan,\nmemperbaiki kesalahan yang dapat dihindari, atau menanggapi permintaan tambahan\ndari pihak imigrasi.\n    <\/p>\n\n    <p>\n      Oleh karena itu, beberapa pelamar lebih memilih untuk mendapatkan bantuan profesional\ndaripada menangani setiap tahapnya sendiri-sendiri.\n    <\/p>\n  <\/div>\n\n  <div class=\"d1-service-box\">\n\n    <div class=\"d1-service-header\">\n      <span class=\"d1-service-label\">Dukungan Visa-Indonesia<\/span>\n\n      <h3 style=\"color: #ffffff !important; -webkit-text-fill-color: #ffffff !important;\">Dapatkan Bantuan Ahli untuk Pengajuan Visa D1 Anda<\/h3>\n\n      <p>\n        Proses pendaftaran yang lebih jelas, lebih sedikit masalah yang dapat dihindari, dan\ndukungan profesional kapan pun Anda membutuhkannya.\n      <\/p>\n    <\/div>\n\n    <div class=\"d1-service-content\">\n      <p>\n        Saat Anda mengajukan permohonan melalui Visa-Indonesia.com, biaya layanan kami mencakup\ndukungan profesional seputar permohonan Anda.\n      <\/p>\n\n      <p>\n        Sebelum diajukan, tim kami akan memeriksa dokumen dan rincian permohonan Anda\nuntuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat, tidak konsisten, atau berpotensi menimbulkan masalah.\nSelain itu, kami juga akan memastikan apakah jenis visa yang dipilih\nsesuai dengan rencana perjalanan Anda.\n      <\/p>\n\n      <p>\n        Hasilnya, Anda akan mendapatkan alur proses yang lebih jelas serta pihak yang dapat dihubungi\nkapan pun Anda membutuhkan bantuan. Alih-alih mengurus setiap langkah sendirian, Anda akan mendapatkan\npanduan selama proses pendaftaran berlangsung.\n      <\/p>\n\n      <ul class=\"d1-service-benefits\">\n        <li>Ulasan mengenai pilihan visa yang tersedia bagi Anda<\/li>\n        <li>Pemeriksaan dokumen dan permohonan sebelum diajukan<\/li>\n        <li>Panduan mengenai pengajuan dan pembayaran<\/li>\n        <li>Pembaruan status aplikasi secara langsung<\/li>\n        <li>Layanan dukungan pelanggan multibahasa 24 jam sehari, 7 hari seminggu<\/li>\n        <li>Bantuan terkait permohonan imigrasi tambahan<\/li>\n        <li>Dukungan sponsor dan bantuan teknis jika diperlukan<\/li>\n        <li>Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum izin tinggal Anda berakhir<\/li>\n      <\/ul>\n\n      <div class=\"d1-transparency-note\">\n        <p>\n          <strong>Keterangan harga yang jelas sebelum pembayaran:<\/strong> Biaya layanan kami\nterpisah dari biaya pemerintah. Anda akan melihat harga total,\nlayanan dukungan yang disertakan, serta ketentuan-ketentuan yang berlaku sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan ini.\n        <\/p>\n      <\/div>\n\n      <div class=\"d1-service-cta\">\n        <a\n          class=\"d1-service-button\" href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/layanan\/visa-turis-multiple-entry-indonesia\/\"\n        >\n          Periksa Pilihan Anda\n        <\/a>\n      <\/div>\n    <\/div>\n\n  <\/div>\n\n<\/section>\n\n\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini memungkinkan Anda untuk membandingkan berbagai pilihan dengan jelas dan memilih tingkat bantuan yang paling sesuai dengan rencana perjalanan Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"how-to-apply-for-the-indonesia-d-1-visa\">Cara Mengajukan Permohonan Visa D1 Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengajuan dilakukan secara daring, namun persiapan yang matang tetap penting. Ikuti langkah-langkah berikut untuk meminimalkan kesalahan dan menghindari penundaan yang tidak perlu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"step-1-create-an-e-visa-account\">Langkah 1: Buat akun eVisa<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan sistem eVisa resmi Indonesia atau penyedia layanan tepercaya. Waspadai situs palsu yang meniru identitas resmi pemerintah dan mematok biaya jauh lebih tinggi daripada tarif yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"step-2-choose-the-d-1-classification\">Langkah 2: Pilih klasifikasi D1<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harap baca tujuan dan batasan-batasannya sebelum melanjutkan. Label \u201cmultiple-entry\u201d tidak menjadikan visa tersebut sah untuk bekerja, menjalankan kegiatan bisnis, atau tinggal dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"step-3-upload-the-required-documents\">Langkah 3: Unggah dokumen yang diperlukan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unggah berkas yang jelas dan periksa setiap kolom. Kesalahan sekecil apa pun pada nomor paspor atau nama dapat menimbulkan masalah besar di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"step-4-pay-the-application-fee\">Langkah 4: Bayar biaya pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikuti petunjuk pembayaran yang tertera di portal. Simpan bukti pembayaran dan nomor permohonan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"step-5-wait-for-verification\">Langkah 5: Tunggu proses verifikasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangka waktu pemrosesan resmi adalah lima hari kerja setelah pembayaran diterima. Ini merupakan target resmi, bukan jaminan bahwa setiap kasus akan selesai dalam lima hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berkas yang belum lengkap, hari libur nasional, pemeriksaan kewarganegaraan tambahan, atau masalah sistem dapat memperlambat proses tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"step-6-check-the-approved-e-visa\">Langkah 6: Periksa eVisa yang telah disetujui<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca ketentuan visa sebelum Anda bepergian. Pastikan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u2022 Nama lengkap Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Nomor paspor.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Tanggal lahir.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Kewarganegaraan.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Jenis visa.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Tanggal berlaku.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Segera laporkan kesalahan tersebut. Jangan menunggu sampai saat check-in di maskapai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"step-7-carry-a-printed-and-digital-copy\">Langkah 7: Bawalah salinan cetak dan digital<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Simpan eVisa di ponsel Anda dan bawalah salinannya yang sudah dicetak. Selain itu, pastikan Anda memiliki akses ke tiket pulang atau tiket lanjutan, rincian akomodasi, serta bukti dana, untuk berjaga-jaga jika petugas memintanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"how-long-does-d-1-processing-take\">Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Pemrosesan D1?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Halaman resmi D1 menyebutkan lima hari kerja setelah pembayaran diterima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari kerja tidak sama dengan hari kalender. Akhir pekan dan hari libur nasional di Indonesia dapat memperpanjang waktu tunggu yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sertakan margin keamanan. Jangan merencanakan perjalanan yang tidak dapat dikembalikan biayanya berdasarkan tanggal persetujuan paling awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemungkinan terjadinya keterlambatan lebih besar jika:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u2022 Sebuah berkas tampak buram atau tidak lengkap.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Data pribadi tidak sesuai.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Laporan rekening bank tersebut tidak mencakup periode yang diminta.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Imigrasi meminta bukti tambahan.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Kewarganegaraan Anda perlu ditinjau kembali.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2022 Sistem menunjukkan adanya masalah pembayaran atau verifikasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"can-you-extend-a-d-1-stay-in-indonesia\">Apakah Masa Tinggal D1 di Indonesia Dapat Diperpanjang?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. Berdasarkan informasi resmi yang berlaku saat ini, masa tinggal awal selama 60 hari dapat diperpanjang hingga total 180 hari untuk kunjungan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah sejak dini. Menunda hingga beberapa hari terakhir akan membuat Anda tidak punya cukup waktu untuk mengatasi masalah seperti berkas yang hilang, kendala sponsor, libur kantor, atau masalah janji temu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikuti setiap langkah yang ditunjukkan dalam proses perpanjangan. Hal ini mencakup pengajuan sponsor secara daring dan pembayaran, serta langkah-langkah tambahan apa pun yang diminta oleh pihak imigrasi untuk Anda selesaikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda meninggalkan Indonesia saat permohonan perpanjangan masih dalam proses, keberangkatan Anda dapat mengakhiri masa tinggal yang terkait dengan kedatangan tersebut. Hal ini juga dapat membuat permohonan perpanjangan yang sedang diproses menjadi tidak diperlukan atau tidak sah. Periksa statusnya sebelum mengubah rencana perjalanan Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"can-you-convert-a-d-1-visa-to-kitas\">Apakah Visa D1 Dapat Diubah Menjadi KITAS?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klasifikasi resmi D1 saat ini menyatakan bahwa status D1 tidak dapat diubah menjadi ITAS, yang sering disebut KITAS.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini penting karena beberapa halaman yang lebih lama atau halaman komersial menyebutkan hal yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalkan Anda berencana mengunjungi Indonesia terlebih dahulu, lalu mengajukan permohonan KITAS untuk kerja, pasangan, investor, pensiun, atau jenis lainnya tak lama setelah itu. Memilih kategori D1 tanpa memeriksa langkah selanjutnya dapat memaksa Anda untuk meninggalkan Indonesia dan mengajukan permohonan melalui jalur yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika KITAS adalah tujuan utama Anda, rencanakan secara terbalik mulai dari izin tinggal yang Anda inginkan. Tanyakan visa masuk mana yang mendukung proses tersebut sebelum Anda mengajukan permohonan D1.<\/p>\n\n\n\n<style>\n  .vi-d1-c1-comparison {\n    --vi-navy: #083156;\n    --vi-yellow: #f9c90a;\n    --vi-light-blue: #eef4f8;\n    --vi-light-yellow: #fff9dc;\n    --vi-text: #263746;\n    --vi-border: #d9e2e9;\n\n    margin: 32px 0;\n    color: var(--vi-text);\n  }\n\n  .vi-d1-c1-comparison * {\n    box-sizing: border-box;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-header {\n    padding: 28px;\n    background: var(--vi-navy);\n    border-radius: 16px 16px 0 0;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-header h2 {\n    margin: 0 0 10px;\n    color: #ffffff !important;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-header p {\n    margin: 0;\n    color: #ffffff !important;\n    opacity: 0.9;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-grid {\n    display: grid;\n    grid-template-columns: repeat(2, minmax(0, 1fr));\n    gap: 20px;\n    padding: 24px;\n    background: #f5f5f5;\n    border-right: 1px solid var(--vi-border);\n    border-left: 1px solid var(--vi-border);\n  }\n\n  .vi-d1-c1-card {\n    position: relative;\n    padding: 26px;\n    overflow: hidden;\n    background: #ffffff;\n    border: 1px solid var(--vi-border);\n    border-radius: 14px;\n  }\n\n  .vi-d1-card {\n    border-top: 5px solid var(--vi-yellow);\n  }\n\n  .vi-c1-card {\n    border-top: 5px solid var(--vi-navy);\n  }\n\n  .vi-d1-c1-card h3 {\n    margin: 0 0 20px;\n    color: var(--vi-navy) !important;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-label {\n    display: inline-block;\n    margin-bottom: 12px;\n    padding: 5px 11px;\n    color: var(--vi-navy);\n    background: var(--vi-yellow);\n    border-radius: 50px;\n    font-size: 12px;\n    font-weight: 700;\n    line-height: 1.3;\n    text-transform: uppercase;\n    letter-spacing: 0.04em;\n  }\n\n  .vi-c1-card .vi-d1-c1-label {\n    color: #ffffff;\n    background: var(--vi-navy);\n  }\n\n  .vi-d1-c1-list {\n    display: grid;\n    gap: 14px;\n    margin: 0;\n    padding: 0;\n    list-style: none;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-list li {\n    position: relative;\n    margin: 0;\n    padding-left: 30px;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-list li::before {\n    content: \"\u2713\";\n    position: absolute;\n    top: 1px;\n    left: 0;\n    display: flex;\n    align-items: center;\n    justify-content: center;\n    width: 20px;\n    height: 20px;\n    color: var(--vi-navy);\n    background: var(--vi-yellow);\n    border-radius: 50%;\n    font-size: 12px;\n    font-weight: 800;\n  }\n\n  .vi-c1-card .vi-d1-c1-list li::before {\n    color: #ffffff;\n    background: var(--vi-navy);\n  }\n\n  .vi-d1-c1-note {\n    display: flex;\n    gap: 14px;\n    align-items: flex-start;\n    padding: 22px 24px;\n    background: var(--vi-light-yellow);\n    border: 1px solid var(--vi-yellow);\n    border-top: 0;\n    border-radius: 0 0 16px 16px;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-note-icon {\n    flex: 0 0 auto;\n    display: flex;\n    align-items: center;\n    justify-content: center;\n    width: 28px;\n    height: 28px;\n    color: #ffffff;\n    background: var(--vi-navy);\n    border-radius: 50%;\n    font-weight: 700;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-note p {\n    margin: 0;\n  }\n\n  .vi-d1-c1-note strong {\n    color: var(--vi-navy);\n  }\n\n  @media (max-width: 700px) {\n    .vi-d1-c1-grid {\n      grid-template-columns: 1fr;\n      padding: 18px;\n    }\n\n    .vi-d1-c1-header,\n    .vi-d1-c1-card,\n    .vi-d1-c1-note {\n      padding: 22px;\n    }\n  }\n<\/style>\n\n<section class=\"vi-d1-c1-comparison\">\n  <div class=\"vi-d1-c1-header\">\n  <h2 style=\"color: #ffffff !important; -webkit-text-fill-color: #ffffff !important;\">\n    Visa D1 Indonesia vs. Visa C1\n  <\/h2>    \n<p>Pilihannya jadi lebih mudah kalau kamu memperhatikan pola perjalananmu.<\/p>\n  <\/div>\n\n  <div class=\"vi-d1-c1-grid\">\n    <article class=\"vi-d1-c1-card vi-d1-card\">\n      <span class=\"vi-d1-c1-label\">Beberapa kali perjalanan<\/span>\n      <h3>Pilih D1 jika:<\/h3>\n\n      <ul class=\"vi-d1-c1-list\">\n        <li>Anda mengharapkan beberapa entri.<\/li>\n        <li>Anda menginginkan satu visa yang dapat digunakan kembali selama masa berlakunya.<\/li>\n        <li>Kamu sering meninggalkan Indonesia di sela-sela kunjunganmu.<\/li>\n        <li>Anda tidak keberatan membayar biaya yang lebih tinggi di awal.<\/li>\n      <\/ul>\n    <\/article>\n\n    <article class=\"vi-d1-c1-card vi-c1-card\">\n      <span class=\"vi-d1-c1-label\">Satu perjalanan<\/span>\n      <h3>Pertimbangkan C1 jika:<\/h3>\n\n      <ul class=\"vi-d1-c1-list\">\n        <li>Anda perlu satu entri.<\/li>\n        <li>Kamu merencanakan satu kunjungan yang lebih lama tanpa pergi ke mana-mana.<\/li>\n        <li>Anda menginginkan biaya awal yang dikenakan pemerintah lebih rendah.<\/li>\n        <li>Entri ganda tidak terlalu berguna bagi jadwal Anda.<\/li>\n      <\/ul>\n    <\/article>\n  <\/div>\n\n  <div class=\"vi-d1-c1-note\">\n    <span class=\"vi-d1-c1-note-icon\" aria-hidden=\"true\">i<\/span>\n\n    <p>\n      <strong>Penting:<\/strong> Keduanya merupakan visa kunjungan. Keduanya tidak boleh\ndianggap sebagai izin kerja umum. Aturan mengenai konversi dan sponsor dapat\nbergantung pada jenis visa yang tepat serta tujuan jangka panjang Anda, jadi pastikan untuk memeriksa\nprosedur terkini sebelum mengajukan permohonan.\n    <\/p>\n  <\/div>\n<\/section>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"frequently-asked-questions\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masih ragu mengenai aturan tertentu? Jawaban singkat berikut ini mencakup pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para pelancong mengenai visa D1 Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"is-the-d-1-visa-a-tourist-visa\">Apakah visa D1 itu visa turis?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. Ini adalah visa kunjungan masuk berulang yang dapat digunakan untuk tujuan wisata dan kegiatan kunjungan tertentu lainnya yang telah disetujui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"is-d-1-valid-for-multiple-entries\">Apakah visa D1 berlaku untuk masuk berkali-kali?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. Anda dapat masuk ke Indonesia lebih dari sekali selama visa tersebut masih berlaku, dengan syarat mendapat persetujuan dari pihak imigrasi pada setiap kedatangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"can-i-stay-in-indonesia-for-one-full-year-on-a-one-year-d-1\">Apakah saya bisa tinggal di Indonesia selama satu tahun penuh dengan visa D1 berdurasi satu tahun?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan sebagai masa tinggal otomatis dan tanpa putus. Setiap kedatangan dimulai dengan masa tinggal hingga 60 hari. Aturan saat ini mengizinkan perpanjangan hingga maksimal 180 hari untuk satu kali kunjungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"can-a-d-1-stay-be-extended-beyond-60-days\">Apakah masa tinggal D1 dapat diperpanjang melebihi 60 hari?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. Menurut informasi resmi terkini, masa tinggal tersebut dapat diperpanjang hingga total 180 hari per kunjungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"how-often-can-i-enter-indonesia\">Seberapa sering saya boleh masuk ke Indonesia?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Visa D1 adalah visa masuk berkali-kali, sehingga tidak terbatas pada satu kali perjalanan saja. Setiap kali masuk tetap akan diperiksa oleh petugas imigrasi, dan visa tersebut harus tetap berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"do-i-need-a-sponsor\">Apakah saya memerlukan sponsor?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian besar pemegang paspor biasa yang memenuhi syarat tidak memerlukan penjamin untuk pengajuan pertama. Pengecualian terkait kewarganegaraan mungkin berlaku. Penjamin diperlukan dalam proses perpanjangan saat ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"can-i-work-remotely-on-a-d-1\">Apakah saya bisa bekerja dari jarak jauh menggunakan D1?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Visa D1 adalah visa kunjungan pariwisata, bukan visa untuk pekerja jarak jauh. Jika Anda berencana bekerja secara daring selama berada di Indonesia, mintalah saran yang disesuaikan dengan perusahaan tempat Anda bekerja, sumber penghasilan, kegiatan yang akan dilakukan, serta lama tinggal yang direncanakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"can-i-convert-d-1-into-kitas\">Apakah saya bisa mengubah status D1 menjadi KITAS?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klasifikasi resmi D1 saat ini menyatakan tidak. Mintalah saran sebelum mengajukan permohonan jika KITAS menjadi bagian dari rencana jangka pendek Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"how-much-money-must-my-bank-statement-show\">Berapa jumlah uang yang harus tercantum dalam laporan rekening bank saya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persyaratan resmi menetapkan setidaknya USD 2.000 atau jumlah yang setara dalam mata uang lain, yang dibuktikan melalui laporan mutasi rekening bank selama tiga bulan terakhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"what-happens-if-i-overstay\">Apa yang akan terjadi jika saya tinggal melebihi batas waktu yang ditentukan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menginap melebihi batas waktu yang diizinkan dapat mengakibatkan denda harian, tindakan imigrasi, deportasi, atau larangan masuk di masa mendatang, tergantung pada kasusnya. Pantau tanggal kedaluwarsa izin tinggal Anda saat ini dan ambil tindakan sebelum tanggal tersebut berlalu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"choose-the-visa-that-matches-your-real-travel-plan\">Pilihlah Visa yang Sesuai dengan Rencana Perjalanan Anda yang Sebenarnya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Visa D1 bisa menjadi pilihan cerdas jika Anda sering berkunjung ke Indonesia dan membutuhkan kebebasan untuk keluar dan kembali. Nilai sebenarnya dari visa ini adalah hak masuk berkali-kali, bukan masa tinggal tanpa batas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mengajukan permohonan, rencanakan terlebih dahulu perjalanan-perjalanan yang kemungkinan akan Anda lakukan. Hitung berapa kali Anda memperkirakan akan masuk ke Indonesia, berapa lama setiap kunjungan diperkirakan berlangsung, apakah Anda akan memerlukan perpanjangan, dan apakah bekerja atau pengurusan KITAS di masa mendatang termasuk dalam rencana Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeriksaan singkat selama lima menit sekarang dapat mencegah penerbitan visa yang salah, perpanjangan yang terburu-buru, atau perubahan yang mahal di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak yakin apakah D1 sesuai dengan jadwal Anda? Mintalah tim kami untuk meninjau rencana perjalanan Anda dan memastikan jenis visa Indonesia yang paling sesuai sebelum Anda mengajukan permohonan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berencana melakukan lebih dari satu kali perjalanan ke Indonesia? Visa D1 bisa menghindarkan Anda dari keharusan mengajukan permohonan ulang setiap kali kembali. Ketahui berapa lama Anda bisa tinggal, berapa biayanya, dokumen apa saja yang diperlukan, dan bagaimana dukungan dari para ahli dapat membantu Anda mengajukan permohonan tanpa stres yang tidak perlu.<\/p>","protected":false},"author":6831,"featured_media":48476,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[274],"tags":[1910,1911,1912],"class_list":["post-48462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-visas-and-regulations","tag-indonesia-tourist-visa","tag-indonesia-multiple-entry-visa-2","tag-indonesia-d1-visa"],"acf":{"platform_to_publish":[],"ig_caption":"","ig_first_comment_hashtags":"","ig_carousel":[{"fileassets":""},{"fileassets":""}],"tt_caption":"","tt_hashtag":"","tt_video_asset":"","tt_music_preference":"","tt_reuse_allow":false,"tt_ai_generated_allow":false,"x_post_type":"Single","x_single_caption":"","x_media":"","x_poll":{"x_poll_question":"","x_poll_options":null},"linkedin_post_type":"image","linkedin_post_link":"","linkedin_text_area":"","linkedin_image_gallery":"","fb_post_type":"link","fb_caption":"","fb_gallery":"","pin_title":"","pin_description":"","pin_link":"","pin_board":"","pin_image":"","threads_post_type":"single","threads_caption":"","threads_media":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6831"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48462"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48462\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48478,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48462\/revisions\/48478"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}