{"id":41458,"date":"2025-12-11T15:32:41","date_gmt":"2025-12-11T07:32:41","guid":{"rendered":"https:\/\/visa-indonesia.com\/?p=41458"},"modified":"2025-12-11T15:32:46","modified_gmt":"2025-12-11T07:32:46","slug":"ajukan-permohonan-sktt-secara-online-dan-offline","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/visas-and-regulations\/apply-for-sktt-online-and-offline\/","title":{"rendered":"Cara Mengajukan Permohonan SKTT Secara Online dan Offline"},"content":{"rendered":"<p>Sebagian besar orang asing mendengar tentang visa, KITAS, mungkin bahkan KITAP. Tapi SKTT? Yang satu ini biasanya muncul kemudian, seringkali saat seorang petugas bank, pegawai negeri, atau polisi membungkuk di atas meja dan bertanya:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cApakah Anda memiliki <em>SKTT Surat Keterangan Tempat Tinggal<\/em>?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita bahas secara rinci apa artinya itu, cara mengajukan permohonan SKTT tanpa stres, dan cara memastikan Anda terdaftar secara lengkap dalam sistem Indonesia baik dari sisi imigrasi maupun sisi pendaftaran penduduk dan catatan sipil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu SKTT Sebenarnya?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>SKTT<\/strong> singkatan dari <strong>Surat Keterangan Tempat Tinggal<\/strong>. Anda akan melihat berbagai terjemahan untuk hal ini, tetapi cara termudah untuk mengingatnya adalah sebagai berikut: SKTT adalah sebuah <strong>Sertifikat Kependudukan untuk WNA<\/strong> yang memberitahukan kepada pemerintah Indonesia secara resmi, <em>\u201cInilah tempat tinggalmu.\u201d<\/em> selama Anda berada di negara tersebut dengan visa <strong>izin tinggal sementara<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, SKTT berada di antara dua kantor pemerintah. Kantor Imigrasi dan <strong>penduduk dan pendaftaran sipil<\/strong> otoritas (Disdukcapil).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Imigrasi<\/strong> berfokus pada apakah Anda diizinkan untuk tinggal di Indonesia, sementara <strong>Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil<\/strong> Berfokus pada tempat tinggal Anda dan cara Anda terdaftar dalam sistem kependudukan. SKTT menghubungkan kedua hal ini: ia membuktikan kepada Imigrasi bahwa pemegang KITAS telah terdaftar dengan benar, dan memberikan catatan resmi kepada Disdukcapil mengenai alamat dan status kependudukan seorang warga negara asing.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>SKTT vs KITAS vs KTP-OA (Bagaimana Mereka Berkaitan)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Mari kita jelaskan tiga hal yang paling sering Anda dengar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/visa-dan-peraturan\/cara-mendapatkan-kitas-indonesia\/\"><strong>KITAS (Izin Tinggal Terbatas)<\/strong><\/a> \u2013 status imigrasi Anda. Ini adalah bukti resmi Anda dari <strong>kantor imigrasi<\/strong> bahwa Anda diizinkan tinggal di negara tersebut untuk tujuan tertentu dan <strong>masa berlaku<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>SKTT (Surat Keterangan Tempat Tinggal)<\/strong> \u2013 di daerah Anda <strong>kediaman<\/strong> Pendaftaran di Disdukcapil. Itu adalah <strong>Sertifikat tempat tinggal<\/strong> yang membuktikan bahwa Anda benar-benar tinggal di suatu tempat tertentu. <strong>alamat<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>KTP OA (Kartu Tanda Penduduk untuk WNA)<\/strong> \u2013 inilah yang Anda dapatkan sebagai penduduk tetap dengan KITAP. KITAP menggantikan SKTT setelah Anda beralih ke status tinggal permanen.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jadi, jika KITAS adalah lampu hijau besar dari imigrasi, SKTT adalah \u201cbaiklah, kami telah mencatat secara resmi di mana Anda berada\u201d dari <strong>penduduk dan pendaftaran sipil<\/strong> sistem.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Batasan Waktu, Masa Berlaku, dan Sanksi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ketika Anda Harus Mengajukan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika Anda pertama kali menjadi salah satu dari <strong>orang asing yang memegang<\/strong> KITAS, waktu mulai dihitung.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian besar pedoman regional menyatakan bahwa Anda harus mengajukan permohonan SKTT dan menyelesaikan prosedur permohonan dalam waktu singkat setelah KITAS Anda aktif, seringkali dijelaskan sebagai sekitar 14 hari sejak tanggal penerbitan atau sejak kedatangan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap kota memiliki cara kerjanya masing-masing, jadi berikut ini adalah aturan umum yang aman:<\/p>\n\n\n\n<p>Anggap 14 hari sebagai batas maksimal. Semakin cepat, semakin baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda membaca ini dan sudah melewati batas waktu? Jangan panik. Anda masih bisa mengajukan permohonan baru dan mengurusnya, tetapi Anda mungkin perlu surat permohonan yang menjelaskan situasi Anda, dan Anda mungkin menghadapi masalah pendaftaran terlambat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Berapa lama masa berlaku SKTT?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>SKTT <strong>masa berlaku<\/strong> terkait dengan KITAS Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jika KITAS Anda berlaku selama 1 tahun, SKTT Anda biasanya akan berlaku untuk periode yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketika Anda pergi untuk... <strong>Perpanjangan KITAS<\/strong>, Anda juga sebaiknya merencanakan untuk memperbarui SKTT Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Anda pindah ke kota atau kabupaten lain, Anda perlu melakukan proses pendaftaran ulang. <strong>pendaftaran<\/strong> di wilayah baru Anda.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bayangkan SKTT Anda sebagai cermin: apa pun yang terjadi pada izin tinggal terbatas Anda, cermin tersebut harus diperbarui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang terjadi jika Anda melewatkannya?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda mengabaikan SKTT sepenuhnya, secara teknis Anda melewatkan sebuah <strong>wajib<\/strong> bagian dari teka-teki hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Risiko yang mungkin terjadi meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Masalah administratif atau denda berdasarkan peraturan kependudukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih banyak gesekan saat Anda mencoba untuk <a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/tips-bali\/bank-indonesia-untuk-orang-asing\/\">buka <strong>rekening bank<\/strong><\/a> atau mendaftarkan kendaraan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pertanyaan tambahan selama proses imigrasi karena data populasi Anda tidak sesuai dengan data Anda. <strong>status tempat tinggal<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda mungkin bisa bertahan tanpa itu untuk sementara waktu, tetapi begitu Anda perlu membuktikan bahwa Anda telah terdaftar dengan benar, Anda akan menyesal tidak melakukan SKTT. <strong>proses aplikasi<\/strong> awal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Siapa yang perlu mengajukan permohonan SKTT?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Secara hukum, semua warga negara asing yang memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS\/KITAS) wajib mengajukan permohonan SKTT. Mari kita lihat beberapa contoh kasus di mana SKTT diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tenaga Kerja Asing (Izin Kerja KITAS)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda bekerja di perusahaan di Indonesia dengan izin tinggal kerja KITAS, Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tahan <strong>izin tinggal terbatas<\/strong> untuk pekerjaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Biasanya, Anda memiliki sebuah <strong>izin kerja<\/strong> atau pemberitahuan pekerjaan yang terlampir padanya.<\/li>\n\n\n\n<li>Mereka persis seperti yang <strong>warga negara asing<\/strong> Disdukcapil mengharapkan untuk melihat dalam sistem mereka.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sponsor Anda (perusahaan) mungkin sudah memiliki prosedur rutin: mereka mungkin membantu Anda dengan SKTT. <strong>prosedur pendaftaran<\/strong> sebagai bagian dari proses onboarding Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pemegang KITAS sebagai Investor \/ Direktur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda adalah pemegang saham atau direktur dengan KITAS investor, Anda tetap merupakan <strong>Warga negara asing yang memiliki<\/strong> Sebuah KITAS. Perbedaannya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sponsor Anda adalah <a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/layanan\/pendaftaran-perusahaan-pma-indonesia\/\">PT PMA<\/a> atau badan hukum Indonesia daripada individu.<\/li>\n\n\n\n<li>Anda akan diminta untuk menyertakan dokumen perusahaan selama proses SKTT. <strong>proses aplikasi<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dampak praktisnya sama: milikmu <strong>tempat tinggal<\/strong> dicatat dalam sistem populasi dan <strong>Sertifikat berfungsi<\/strong> sebagai bukti dari hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pasangan \/ Keluarga KITAS<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika pasangan atau orang tua Anda yang berkewarganegaraan Indonesia menjadi sponsor KITAS Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mitra Indonesia Anda\u2019s <strong>identitas<\/strong> Hal ini sangat penting; mereka terdaftar sebagai sponsor Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Mereka <strong>Kartu Tanda Penduduk<\/strong> dan kartu keluarga, bersama dengan akta nikah atau akta kelahiran Anda, berada di posisi terdepan di antara <strong>dokumen yang diperlukan<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hal ini umum terjadi pada <strong>kantor pendaftaran sipil<\/strong> untuk bersikeras bahwa Anda <strong>alamat tempat tinggal<\/strong> sesuai dengan yang tertera pada kartu keluarga pasangan Anda, atau bahwa Anda membawa surat-surat pendukung dari Anda. <strong>desa setempat<\/strong> atau lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pensiun dan KITAS Mahasiswa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pensiunan dan mahasiswa juga <strong>orang asing yang memegang<\/strong> KITAS dan <strong>Warga negara asing yang tinggal<\/strong> di Indonesia dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sponsor Anda mungkin adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Badan pensiun.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebuah universitas atau lembaga pendidikan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bagaimanapun, logika SKTT yang sama berlaku: Anda berada dalam sistem kependudukan, bukan hanya sistem imigrasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dokumen yang Diperlukan untuk SKTT<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mendapatkan SKTT memerlukan persiapan dokumen yang cermat dan pemahaman terhadap persyaratan sebelum memulai prosedur pengajuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah bagian di mana orang sering merasa kewalahan. Mari kita atasi hal ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap kota atau kabupaten memiliki sedikit <strong>persyaratan khusus<\/strong>, tetapi daftar inti ternyata cukup mirip di mana-mana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dokumen Identitas Utama &amp; Imigrasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Anda tidak bisa menghindari hal-hal ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda <strong>paspor<\/strong> (Halaman identitas ditambah cap dan stiker masuk terbaru Anda, visa elektronik, atau informasi KITAS elektronik).<\/li>\n\n\n\n<li>Anda <strong>KITAS<\/strong> atau elektronik <strong>Izin Tinggal KITAS<\/strong> Cetakan, menunjukkan bahwa Anda <strong>status tempat tinggal<\/strong> sedang aktif.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ini adalah dasar-dasar dari Anda <strong>Permohonan SKTT<\/strong>; tanpa mereka, tidak ada bukti bahwa Anda memiliki <strong>izin tinggal sementara<\/strong> sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Alamat &amp; Surat Kabar Lokal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, pihak lokal. Untuk membuktikan tempat tinggal Anda, biasanya Anda memerlukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>A <a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/visa-dan-peraturan\/cara-mendapatkan-surat-domisili\/\"><strong>surat keterangan domisili<\/strong><\/a> dari lingkungan Anda: sering diterbitkan oleh RT\/RW atau banjar dan kemudian dilegalisasi di kelurahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Terkadang, sebuah <strong>laporan<\/strong> di kantor polisi (STM) atau, di wilayah tertentu, rekomendasi dari pemerintah lain. <strong>departemen<\/strong> seperti Kesbangpol.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika Anda menyewa, beberapa daerah juga meminta dokumen sederhana. <strong>surat<\/strong> Dari pemilik properti yang mengatakan bahwa mereka setuju Anda menggunakan properti tersebut sebagai alamat resmi Anda. <strong>alamat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah yang mengubah \u201corang asing di Indonesia\u201d menjadi \u201corang asing yang terdaftar di satu titik tertentu di peta.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dokumen Sponsor dan Keluarga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tergantung pada kasus Anda, Disdukcapil akan memerlukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>KTP dan kartu keluarga sponsor Anda (untuk <strong>Warga Negara Indonesia<\/strong> Menjadi sponsor Anda sebagai pasangan atau orang tua).<\/li>\n\n\n\n<li>Dokumen perusahaan (untuk sponsor korporat).<\/li>\n\n\n\n<li>Akta nikah atau akta kelahiran jika Anda merupakan tanggungan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selama <strong>proses aplikasi<\/strong>, hal-hal ini diperiksa untuk memastikan bahwa sponsor Anda dan Anda <strong>alamat tempat tinggal<\/strong> Sebenarnya sesuai dengan cerita Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Foto dan Berkas Digital<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian besar wilayah masih menyukai foto cetak, tetapi semakin banyak yang juga meminta file dalam format digital. <strong>format digital<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Foto berwarna dengan latar belakang tertentu (seringkali merah).<\/li>\n\n\n\n<li>Ukuran tertentu (misalnya, 3\u00d74 atau 4\u00d76 cm).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika Anda menggunakan sistem online, foto dan salinan tersebut akan menjadi bagian dari <strong>semua dokumen yang diperlukan<\/strong> Anda mengunggah.<\/p>\n\n\n\n<p>Simpan semua ini dalam satu folder agar Anda selalu memiliki <strong>semua dokumen<\/strong> Tersedia, baik dalam bentuk cetakan maupun salinan digital.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengajukan Permohonan SKTT Secara Online<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum Anda memulai proses SKTT, pastikan terlebih dahulu apakah kota atau kabupaten Anda mendukung pengajuan SKTT secara online. Tidak semua daerah di Indonesia menggunakan sistem yang sama, sehingga beberapa daerah masih mengharuskan Anda mengajukan permohonan secara offline di Disdukcapil.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam panduan ini, kami akan memandu Anda langkah demi langkah tentang cara<a href=\"https:\/\/silaporlagi-dukcapil.jakarta.go.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ajukan permohonan SKTT secara online di Jakarta<\/a>, langkah demi langkah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 1 \u2013 Kunjungi situs web resmi SKTT<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, buka sistem online resmi SKTT \/ Disdukcapil.<br>Pastikan Anda selalu berada di <strong>Situs web resmi pemerintah<\/strong>, bukan salinan atau iklan.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda hanya dapat mengajukan permohonan secara online jika Anda sudah memiliki <strong>KITAS \/ ITAS<\/strong> Sudah ada di tangan, jadi pastikan bagian itu diselesaikan terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 2 \u2013 Daftar akun baru<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/register-for-sktt-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot dari dashboard utama SILAPORLAGI yang menampilkan statistik aplikasi SKTT dan kursor yang memilih opsi \u201cDaftar\u201d di bawah menu Akses Aplikasi.\" class=\"wp-image-41479\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/register-for-sktt-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/register-for-sktt-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/register-for-sktt-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/register-for-sktt-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/register-for-sktt-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/register-for-sktt-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/register-for-sktt.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebelum Anda dapat mengajukan permohonan SKTT, Anda perlu membuat akun di sistem.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama proses pendaftaran, Anda akan diminta untuk mengisi data dasar dan mengunggah beberapa dokumen. Siapkan salinan digital yang jelas atau foto (sisi depan, teks yang dapat dibaca) dari:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia<strong>Kartu Tanda Penduduk<\/strong>) \u2013 biasanya pasangan\/penjamin Anda yang berkewarganegaraan Indonesia<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Surat nikah<\/strong> (<strong>Akta Nikah<\/strong>)<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kartu Keluarga<\/strong> (<strong>Kartu Keluarga \/ KK<\/strong>)<br><\/li>\n\n\n\n<li>A <strong>Selfie sambil memegang KTP<\/strong> (Wajah Anda dan KTP harus terlihat dengan jelas)<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ikuti bidang-bidang yang ditampilkan di layar satu per satu. Sistem akan memandu Anda melalui proses pengisian data dan unggahan. Pada akhir proses, Anda akan membuat... <strong>kata sandi Anda sendiri<\/strong> untuk portal SKTT ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Catatan: Ini berbeda dengan situs web imigrasi. Untuk urusan imigrasi, biasanya mereka memberikan Anda kata sandi. Untuk SKTT\/SILAP, <strong>Anda membuatnya sendiri.<\/strong> dan harus mengingatnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 3 \u2013 Masuk ke akun Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/login-after-register-for-sktt-1024x536.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-41480\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/login-after-register-for-sktt-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/login-after-register-for-sktt-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/login-after-register-for-sktt-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/login-after-register-for-sktt-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/login-after-register-for-sktt-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/login-after-register-for-sktt-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/login-after-register-for-sktt.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah akun Anda terdaftar:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kembali ke halaman login.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan data Anda <strong>Nomor KTP<\/strong> (yang Anda gunakan untuk mendaftar) sebagai nama pengguna Anda.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan <strong>kata sandi<\/strong> Anda baru saja membuatnya.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Masuk<\/strong>.<br><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Jika semuanya benar, Anda akan diarahkan ke dashboard utama sistem.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 4 \u2013 Mulai pengajuan SKTT baru<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-reporting-menu-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot menu SILAPORLAGI di mana sponsor memilih \u201cPelaporan SKTT\u201d dari opsi transaksi SKTT dan KTP WNA di dashboard.\" class=\"wp-image-41481\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-reporting-menu-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-reporting-menu-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-reporting-menu-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-reporting-menu-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-reporting-menu-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-reporting-menu-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-reporting-menu.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada menu utama, cari opsi yang terkait dengan <strong>SKTT<\/strong> atau <strong>Surat Keterangan Tempat Tinggal<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pilih yang <strong>Pelaporan\/Pengajuan SKTT<\/strong> menu.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Untuk <strong>Jenis permohonan<\/strong>, pilih <strong>\u201cBaru\u201d (Baru)<\/strong>, karena ini adalah SKTT pertama Anda.<br><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Sistem akan membuka serangkaian formulir. Anda akan mengisinya secara berurutan, bagian demi bagian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 5 \u2013 Isi Detail Alamat Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-address-detail-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot formulir SILAPORLAGI SKTT \u201cData Alamat Keluarga\u201d yang meminta informasi provinsi, kota, kabupaten, RW, RT, desa, nomor telepon, dan kode pos.\" class=\"wp-image-41482\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-address-detail-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-address-detail-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-address-detail-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-address-detail-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-address-detail-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-address-detail-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-address-detail.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bagian pertama biasanya mencakup <strong>Data alamat keluarga untuk warga asing di Indonesia<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini Anda masuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>The <strong>alamat lengkap<\/strong> di mana orang asing tersebut sebenarnya tinggal di Indonesia<br><\/li>\n\n\n\n<li>Semua detail yang diminta seperti nama jalan, nomor rumah, RT\/RW, kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, dan kode pos.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Kolom-kolom lain yang ditampilkan berkaitan dengan alamat rumah tangga atau keluarga.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Isi formulir dengan cermat dan lengkapi setiap kolom yang wajib diisi sesuai dengan yang tertera.<br>Bagian ini pada dasarnya menyampaikan kepada pemerintah: <em>\u201cIni adalah alamat tepat di mana orang asing ini tinggal.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 6 \u2013 Isi \u201cData Individu\u201d<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-personal-data-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot formulir online SILAPORLAGI SKTT yang menampilkan langkah \u201cData Individu\u201d di mana warga negara asing mengisi nama, jenis kelamin, dan detail pribadi.\" class=\"wp-image-41483\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-personal-data-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-personal-data-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-personal-data-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-personal-data-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-personal-data-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-personal-data-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-personal-data.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, Anda pindah ke <strong>data individu<\/strong> untuk orang asing.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bagian ini, Anda akan diminta untuk mengisi informasi pribadi untuk warga negara asing (pemegang KITAS), seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nama lengkap<br><\/li>\n\n\n\n<li>Tanggal dan tempat lahir<br><\/li>\n\n\n\n<li>Kebangsaan<br><\/li>\n\n\n\n<li>Jenis kelamin<br><\/li>\n\n\n\n<li>Agama, status perkawinan (jika diminta)<br><\/li>\n\n\n\n<li>Rincian pribadi lainnya yang tercantum pada formulir<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perhatikan bidang-bidang spesifik yang disebutkan dalam transkrip:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>NIK (Nomor Induk Penduduk)<\/strong> untuk orang asing:<br>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Biarkan bidang ini kosong.<\/strong><strong><br><\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Warga negara asing belum memiliki Nomor Induk Penduduk (NIK) Indonesia \u2013 mereka akan menerima nomor identitas warga negara asing setelah Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) diterbitkan.<br><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>NIORA (atau nomor identitas asing serupa):<\/strong><strong><br><\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nomor ini biasanya dapat ditemukan pada <strong>KITAS \/ ITAS<\/strong>.<br><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Nomor ITAS \/ Nomor KITAS:<\/strong><strong><br><\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan <strong>\u201cNomor Izin\u201d<\/strong> dicetak pada dokumen KITAS \/ ITAS.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Nomor izin yang sama juga tertera pada <strong>MER \/ MERP<\/strong> Halaman (Izin Keluar Masuk Berulang).<br><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Isi semua informasi persis seperti yang tertera di paspor dan KITAS\/ITAS. Kesalahan kecil dalam ejaan atau angka dapat menyebabkan penolakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 7 \u2013 Isi \u201cData Orang Tua\u2019<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-parents-data-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot halaman \u201cData Orang Tua\u201d SILAPORLAGI SKTT dengan kolom untuk NIK dan nama lengkap ibu dan ayah bagi pemohon asing.\" class=\"wp-image-41484\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-parents-data-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-parents-data-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-parents-data-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-parents-data-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-parents-data-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-parents-data-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-parents-data.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Formulir berikutnya meminta untuk <strong>data orang tua<\/strong> dari orang asing.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda biasanya perlu memasukkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nama lengkap dari <strong>ayah<\/strong><strong><br><\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Nama lengkap dari <strong>ibu<\/strong><strong><br><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Menurut transkrip:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda <strong>Tidak perlu mengisi NIK mereka.<\/strong>.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Cukup tulis nama mereka. <strong>nama lengkap<\/strong> Jelas, sebagaimana tercantum dalam dokumen asing atau akta kelahiran.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika ada kolom opsional yang tidak berlaku, Anda dapat mengosongkannya atau mengikuti petunjuk sistem.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 8 \u2013 Isi \u201cData Imigrasi\u201d<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-immigration-data-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot dari SILAPORLAGI SKTT \u201cData Keimigrasian\u201d pada langkah yang meminta nomor paspor, detail dokumen KITAS atau KITAP, tanggal, dan tujuan kedatangan.\" class=\"wp-image-41485\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-immigration-data-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-immigration-data-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-immigration-data-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-immigration-data-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-immigration-data-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-immigration-data-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-immigration-data.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kemudian Anda pindah ke <strong>data imigrasi<\/strong> bagian.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini Anda akan memberikan rincian terkait izin tinggal orang asing, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jenis izin tinggal (KITAS \/ izin tinggal terbatas)<br><\/li>\n\n\n\n<li>Kantor Imigrasi yang menerbitkan izin tersebut<br><\/li>\n\n\n\n<li>Tanggal penerbitan dan tanggal kedaluwarsa (jika diminta)<br><\/li>\n\n\n\n<li>Rincian masuk dan informasi lain yang berkaitan dengan imigrasi tercantum pada formulir.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bidang penting yang disebutkan dalam transkrip:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>\u201cNomor dokumen KITAS\/KITAP\u201d (Nomor dokumen untuk KITAS\/KITAP):<\/strong><strong><br><\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sekali lagi, gunakan <strong>\u201cNomor Izin\u201d<\/strong> di halaman KITAS \/ ITAS.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Misalnya, untuk indeks <strong>C317<\/strong>, angka ini biasanya diakhiri dengan huruf tertentu seperti \u201cX\u201d (seperti yang disebutkan dalam video).<br><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Baca label dengan cermat dan sesuaikan setiap entri dengan yang tertera pada KITAS \/ ITAS dan MER\/MERP.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 9 \u2013 Periksa \u201cData Sponsor\u201d (Data Sponsor)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-sponsor-data-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot dari bagian \u201cData Sponsor\u201d pada SILAPORLAGI SKTT, di mana pengguna memasukkan nama sponsor, alamat, dan jenis sponsor.\" class=\"wp-image-41486\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-sponsor-data-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-sponsor-data-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-sponsor-data-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-sponsor-data-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-sponsor-data-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-sponsor-data-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/fill-sponsor-data.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selanjutnya adalah <strong>data sponsor<\/strong> bagian.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena Anda sudah mengisi informasi sponsor saat pendaftaran, dalam banyak kasus, bagian ini akan <strong>diisi otomatis<\/strong> oleh sistem. Hal ini biasanya mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nama lengkap sponsor<br><\/li>\n\n\n\n<li>Nomor KTP Sponsor<br><\/li>\n\n\n\n<li>Alamat dan detail kontak sponsor<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika, karena suatu alasan, kolom-kolom tidak terisi secara otomatis:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Masukkan data sponsor <strong>secara manual<\/strong>, satu bidang pada satu waktu.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan dokumen tersebut sesuai dengan dokumen yang akan Anda unggah (KTP, KK, dll.).<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 10 \u2013 Unggah semua dokumen yang diperlukan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/upload-files-and-pick-print-out-date-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot halaman SILAPORLAGI SKTT yang menampilkan tombol unggah dokumen dan kalender berwarna untuk memilih tanggal pengajuan SKTT.\" class=\"wp-image-41487\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/upload-files-and-pick-print-out-date-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/upload-files-and-pick-print-out-date-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/upload-files-and-pick-print-out-date-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/upload-files-and-pick-print-out-date-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/upload-files-and-pick-print-out-date-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/upload-files-and-pick-print-out-date-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/upload-files-and-pick-print-out-date.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah bagian data, Anda akan sampai pada <strong>unggah dokumen<\/strong> halaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem akan menampilkan daftar file yang perlu Anda unggah dan juga menampilkan <strong>ukuran file maksimum<\/strong>. Menurut transkrip:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Setiap berkas dokumen harus <strong>tidak lebih dari 2 MB<\/strong>.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dokumen-dokumen yang umumnya perlu Anda unggah meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Paspor<\/strong> dari orang asing (halaman identitas)<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong>KITAS \/ ITAS<\/strong>, termasuk <strong>semua halaman yang relevan<\/strong> (Halaman ITAS dan Halaman MER\/MERP)<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Surat nikah<\/strong> (semua halaman jika ada lebih dari satu)<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kartu Keluarga (KK)<\/strong><strong><br><\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari pasangan\/penjamin warga negara Indonesia<\/strong><strong><br><\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Foto<\/strong> (misalnya, foto berukuran 3\u00d74 cm dari orang asing, wajah yang jelas, kualitas baik)<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Beberapa poin praktis penting dari transkrip:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Untuk <strong>KITAS \/ ITAS<\/strong>:<br>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Unggah <strong>semua halaman terkait<\/strong>, tidak hanya halaman ITAS.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Pengguna dalam video tersebut telah mengajukan permohonan mereka. <strong>ditolak sekali<\/strong> karena mereka mengunggah <strong>hanya<\/strong> Halaman ITAS dan <strong>tidak<\/strong> Halaman MER\/MERP.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Untuk menghindari penolakan, pastikan semua halaman yang diperlukan telah diunggah.<br><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk dokumen dengan <strong>lebih dari satu halaman<\/strong> (misalnya, akta nikah berhalaman 2):<br>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kolom unggah biasanya memungkinkan Anda untuk menelusuri <strong>satu berkas per slot<\/strong>.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan <strong>\u201cTambahkan file\u201d<\/strong> Tombol (sering ditampilkan sebagai tombol hijau) untuk mengunggah <strong>halaman kedua<\/strong> dan halaman tambahan.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Jangan menggabungkan dokumen yang berbeda ke dalam satu file; perlakukan setiap dokumen sebagai set unggahan tersendiri.<br><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk foto:<br>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda dapat memotong atau mengubah ukuran foto menjadi sekitar a <strong>3\u00d74<\/strong> ukuran seperti yang disebutkan.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan file tersebut jelas, tidak buram, dan berukuran di bawah 2 MB.<br><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ambil waktu Anda pada langkah ini. Sebagian besar penolakan terjadi karena ada yang kurang atau halaman yang salah diunggah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 11 \u2013 Pilih tanggal pencetakan SKTT Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah mengunggah semua dokumen dengan benar, sistem akan meminta Anda untuk <strong>Pilih tanggal<\/strong> Untuk pencetakan\/pengolahan SKTT dari kalender.<\/p>\n\n\n\n<p>Di kalender:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kurma hijau<\/strong> = tersedia<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kurma oranye<\/strong> = tidak tersedia<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Cukup klik salah satu dari <strong>hijau<\/strong> Tanggal yang sesuai untuk Anda.<br>Dalam video tersebut, pembicara hanya memilih tanggal sebagai contoh agar dapat menunjukkan proses lengkapnya, tetapi dalam kehidupan nyata, pilihlah tanggal yang sesuai dengan jadwal Anda dan ketersediaan sistem.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 12 \u2013 Simpan, kirimkan, dan kirimkan aplikasi Anda.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah semua kolom dan unggahan selesai diisi dan tanggal dipilih:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik <strong>Simpan<\/strong> Untuk memastikan tidak ada yang hilang.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Kirim \/ Ajukan<\/strong> Untuk secara resmi mengirimkan permohonan SKTT Anda.<br><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Setelah mengirimkan, lihat bagian atas halaman atau dasbor Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda akan melihat sebuah <strong>garis biru (biru muda) yang menunjukkan<\/strong> Laporan\/Permohonan SKTT Anda.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Ini akan menampilkan <strong>jumlah aplikasi<\/strong>, Misalnya, \u201c1\u201d, yang menunjukkan ada satu aplikasi SKTT yang aktif.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Di sini juga tempat di mana Anda dapat <strong>monitor<\/strong> Status SKTT Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 13 \u2013 Pantau status aplikasi Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-dashboard-after-application-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot dasbor SILAPORLAGI yang menampilkan jumlah total permohonan SKTT, KTP WNA, EPO, dan status sponsor setelah pengajuan SKTT.\" class=\"wp-image-41488\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-dashboard-after-application-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-dashboard-after-application-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-dashboard-after-application-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-dashboard-after-application-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-dashboard-after-application-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-dashboard-after-application-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/sktt-dashboard-after-application.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Gunakan <strong>pemantauan<\/strong> menu atau bagian untuk memeriksa apakah SKTT Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Masih dalam proses<br><\/li>\n\n\n\n<li>Ditolak (dengan catatan tentang apa yang salah)<br><\/li>\n\n\n\n<li>Sudah disetujui dan siap dicetak<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Menurut transkrip:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Waktu pemrosesan normal adalah hingga <strong>3 hari<\/strong>.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Jika permohonan Anda adalah <strong>ditolak<\/strong>, perbaiki apa yang mereka minta (misalnya, halaman dokumen yang hilang) dan <strong>Kirim ulang<\/strong>.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Dalam video tersebut, pembicara ditolak sekali karena dia tidak mengunggah KITAS + MER secara lengkap, sehingga total waktu yang dibutuhkan sekitar <strong>5 hari<\/strong> dari pengajuan pertama hingga persetujuan akhir.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 14 \u2013 Unduh dan cetak SKTT Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/print-sktt-final-step-1024x536.jpg\" alt=\"Screenshot halaman pemantauan SILAPORLAGI yang menampilkan daftar tiket SKTT dengan kursor pada opsi cetak \u201cCetak SKTT\u201d untuk aplikasi yang telah disetujui.\" class=\"wp-image-41489\" srcset=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/print-sktt-final-step-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/print-sktt-final-step-300x157.jpg 300w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/print-sktt-final-step-768x402.jpg 768w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/print-sktt-final-step-18x9.jpg 18w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/print-sktt-final-step-200x105.jpg 200w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/print-sktt-final-step-64x33.jpg 64w, https:\/\/visa-indonesia.com\/wp-content\/uploads\/print-sktt-final-step.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketika status di sistem menunjukkan bahwa SKTT Anda adalah <strong>disetujui<\/strong>, Anda dapat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Unduh<\/strong> SKTT langsung dari portal.<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cetak<\/strong> Cetaklah sendiri di kertas berkualitas baik.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bagian yang bagusnya adalah: setelah disetujui, Anda <strong>tidak perlu<\/strong> Harus datang ke kantor secara langsung hanya untuk mengambilnya. Cetakan digital dari sistem adalah SKTT yang harus Anda simpan dan gunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Prosedur Pengajuan SKTT Secara Offline<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mari kita bahas alur offline yang umum, dengan asumsi kota Anda masih menggunakan cara tradisional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 1 \u2013 Pastikan Aturan Lokal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum Anda menyentuh printer, hubungi <strong>kantor pendaftaran sipil<\/strong> atau periksa situs web mereka untuk dokumen yang harus Anda siapkan. Setiap wilayah memiliki daftar periksa sendiri dan mungkin menambahkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Huruf tambahan dari Anda <strong>desa setempat<\/strong> pejabat.<\/li>\n\n\n\n<li>Sertifikat tambahan untuk jenis-jenis tertentu <strong>Warga negara asing yang memegang<\/strong> Sebuah KITAS.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sebuah panggilan telepon selama lima menit di sini dapat menghemat tiga perjalanan sia-sia di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 2 \u2013 Kumpulkan Berkas Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sekarang kumpulkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Paspor + fotokopi.<\/li>\n\n\n\n<li>KITAS + fotokopi.<\/li>\n\n\n\n<li>Dokumen sponsor dan keluarga.<\/li>\n\n\n\n<li>Tempat tinggal dan <a href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/visa-dan-peraturan\/bagaimana-cara-mendapatkan-sertifikat-izin-polisi\/\">surat polisi<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perlakukan ini seperti membuat berkas kasus. Anda ingin membawa semua dokumen sehingga <strong>prosedur pendaftaran<\/strong> tidak terhenti di tengah jalan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 3 \u2013 Isi Formulir<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di Disdukcapil, Anda akan mendapatkan formulir yang meminta:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pribadi Anda <strong>identitas<\/strong> rincian.<\/li>\n\n\n\n<li>Nama orang tua Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Anda <strong>alamat tempat tinggal<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Data imigrasi Anda (jenis) <strong>izin tinggal, KITAS<\/strong>, <strong>visa<\/strong> nomor, dan seterusnya).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Isi formulir tersebut dengan perlahan dan teliti. Gunakan ejaan yang sama seperti dalam dokumen Anda. <strong>paspor<\/strong> dan KITAS. Sebuah kesalahan ketik saja sudah cukup untuk memicu permintaan koreksi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 4 \u2013 Kirim dan Jawab Pertanyaan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Serahkan berkas Anda. Petugas dapat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tanyakan pertanyaan dasar tentang Anda <strong>status tempat tinggal<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa kembali informasi sponsor Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan bahwa Anda <strong>surat lamaran<\/strong> (jika ada) sesuai dengan apa yang tercantum dalam formulir.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah mereka puas, Anda <strong>Permohonan SKTT<\/strong> Masuk ke dalam sistem, dan Anda masuk ke fase menunggu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 5 \u2013 Waktu Pengolahan SKTT dan Pengambilan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kota-kota yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda. <strong>waktu pemrosesan<\/strong> standar, tetapi pola umum yang sering ditemukan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Beberapa hari kerja dalam kasus yang lancar.<\/li>\n\n\n\n<li>Hingga beberapa minggu jika kantor sedang sibuk atau diperlukan persetujuan tambahan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah SKTT Anda siap, Anda biasanya akan mendapatkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Panggilan atau pesan yang meminta Anda untuk kembali, atau<\/li>\n\n\n\n<li>Sebuah truk pikap <strong>tanggal<\/strong> tertulis pada sebuah kwitansi kecil.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda kembali ke Disdukcapil, tandatangani di tempat yang ditunjukkan, dan keluar dengan dokumen Anda. <strong>sertifikat domisili<\/strong> di tangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan SKTT<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Seiring waktu, dokumen SKTT atau dokumen pengganti Anda mungkin muncul saat Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Daftarkan kendaraan atas nama Anda sendiri.<\/li>\n\n\n\n<li>Coba buka sebuah <strong>rekening bank<\/strong> atau mengajukan permohonan untuk produk keuangan tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Daftarkan anak-anak ke sekolah-sekolah lokal.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghadapi interaksi yang lebih kompleks antara sistem imigrasi dan sistem populasi, terutama jika Anda <strong>tempat tinggal<\/strong> atau perubahan sponsor.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ini adalah selembar kertas (atau kartu) kecil, tetapi secara diam-diam membuktikan bahwa Anda tidak hanya mengambang di atas... <strong>izin kerja<\/strong> atau KITAS keluarga tanpa meninggalkan jejak di <strong>pendaftaran sipil<\/strong> tingkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lakukan Sendiri vs Menggunakan Layanan Visa Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Akhirnya, pertanyaan taktis yang penting: apakah Anda harus menangani SKTT? <strong>proses aplikasi<\/strong> Apakah Anda akan melakukannya sendiri atau menyewa pihak ketiga?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ketika DIY Memiliki Manfaat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tangani sendiri jika:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda cukup percaya diri dalam berbahasa Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li>Anda bisa menyisihkan satu atau dua hari untuk antrean dan <strong>tugas administratif<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kasus Anda cukup sederhana: satu kota, satu sponsor, satu <strong>alamat tempat tinggal<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam hal itu <strong>contoh<\/strong>, Anda akan memahami bagaimana segala sesuatunya bekerja, mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang birokrasi lokal, dan menghemat biaya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Harus Memilih Visa-Indonesia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertimbangkan untuk bekerja sama dengan Visa-Indonesia ketika:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda telah pindah kota dan perlu menutup akun Anda. <strong>SKTT sebelumnya<\/strong> dan buka catatan baru di wilayah lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Anda terlambat dari jadwal dan ingin meminimalkan pertanyaan tentang keterlambatan. <strong>pendaftaran<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Anda tidak punya waktu untuk mengejar setiap <strong>departemen<\/strong> terlibat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Visa-Indonesia akan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membantu Anda mengumpulkan <strong>semua dokumen yang diperlukan<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Membimbing Anda melalui <strong>prosedur pendaftaran<\/strong> atau bahkan mewakili Anda berdasarkan kuasa <strong>pengacara<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Perhatikan terus <strong>status tempat tinggal<\/strong> Sehingga SKTT Anda tetap sinkron dengan siklus hidup KITAS Anda.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-a89b3969 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link wp-element-button\" href=\"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/layanan\/surat-keterangan-tinggal-sementara-sktt-indonesia\/\">Dapatkan SKTT Anda dengan Mudah<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gambaran Besar: Anggap SKTT sebagai bagian dari KITAS Anda, bukan sebagai tambahan opsional.<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika ada satu perubahan pola pikir yang membuat hal ini lebih mudah, itu adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jangan anggap SKTT sebagai tambahan opsional. Anggaplah sebagai bagian kedua dari cerita residensi Anda.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Imigrasi mengurus KITAS Anda, tetapi Anda <strong>kantor pendaftaran sipil<\/strong> Mengatur tempat tinggal Anda dan cara pencatatannya. Ketika kedua pihak telah diatur dengan benar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hukum Anda <strong>kediaman<\/strong> Terlihat bersih.<\/li>\n\n\n\n<li>Perpanjangan dan perubahan di masa depan (seperti mengganti sponsor atau pindah rumah) menjadi lebih mudah.<\/li>\n\n\n\n<li>Anda kurang mungkin menemui hambatan aneh saat Anda membutuhkannya. <strong>Sertifikat tempat tinggal<\/strong>, pendaftaran kendaraan, atau bukti alamat untuk setiap pendaftaran baru. <strong>proses aplikasi<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jadi, setelah Anda <strong>Surat Keterangan Tempat<\/strong> Status telah disusun, simpan salinan dokumen Anda. <strong>Sertifikat tempat tinggal<\/strong>, dan perhatikan <strong>masa berlaku<\/strong> Setiap kali Anda memperbarui atau menyesuaikan <strong>izin tinggal terbatas<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu hanya satu file lagi di folder, tentu saja. Tapi itu juga satu hal kurang yang perlu dikhawatirkan saat pejabat berikutnya di balik meja menatap mata Anda dan bertanya, \u201cApakah Anda memiliki SKTT?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika Anda memegang KITAS dan sering mendengar tentang SKTT tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, panduan ini untuk Anda. Pelajari cara mengajukan permohonan SKTT, menggunakan sistem SILAPORLAGI Jakarta, mengunggah dokumen Anda, dan mengambil sertifikat kependudukan tanpa tersesat dalam birokrasi.<\/p>","protected":false},"author":6831,"featured_media":41490,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"uix_meta_title":"","uix_meta_description":"","uix_canonical_url":"","footnotes":""},"categories":[274],"tags":[1639,1436,1637,1638,1640,1641,1642],"class_list":["post-41458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-visas-and-regulations","tag-silaporlagi-guide","tag-sktt","tag-kitas-holder-requirements","tag-indonesia-civil-registration","tag-sktt-jakarta","tag-residence-certificate-indonesia","tag-sktt-online-application"],"acf":{"platform_to_publish":[],"ig_caption":"","ig_first_comment_hashtags":"","ig_carousel":[{"fileassets":""},{"fileassets":""}],"tt_caption":"","tt_hashtag":"","tt_video_asset":"","tt_music_preference":"","tt_reuse_allow":false,"tt_ai_generated_allow":false,"x_post_type":"Single","x_single_caption":"","x_media":"","x_poll":{"x_poll_question":"","x_poll_options":null},"linkedin_post_type":"image","linkedin_post_link":"","linkedin_text_area":"","linkedin_image_gallery":"","fb_post_type":"link","fb_caption":"","fb_gallery":"","pin_title":"","pin_description":"","pin_link":"","pin_board":"","pin_image":"","threads_post_type":"single","threads_caption":"","threads_media":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6831"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41458"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41497,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41458\/revisions\/41497"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/visa-indonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}